TIM PENYULUH MABES TNI SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KARHUTLA DI KECAMATAN BANTAN
Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Kecamatan Bantan
Tim Penyuluh Mabes TNI Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Kecamatan Bantan
Bengkalis — Dalam rangka meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Tim Penyuluh Mabes TNI melaksanakan kegiatan Sosialisasi, Penyuluhan, Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 di wilayah Koramil 01/Bengkalis, khususnya di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, bertempat di Aula Kantor Camat Bantan, Jalan Soekarno Hatta, Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan langkah preventif TNI bersama pemerintah daerah serta masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki kawasan lahan dan perkebunan yang rawan terhadap kebakaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penyuluh Mabes TNI sebanyak 3 orang yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Arif Budi R, Tim Pendamping Kodim sebanyak 4 orang yang dipimpin Kapten Arm. Yogi Sudarso, Camat Bantan Aulia Fikri, S.Sos., para Kepala Desa se-Kecamatan Bantan serta masyarakat sebanyak kurang lebih 100 orang. Penyuluhan dan Dengar Pendapat Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Mabes TNI memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah serta menanggulangi Karhutla. Kegiatan juga diisi dengan dengar pendapat dan sesi tanya jawab bersama masyarakat dan unsur terkait.
Melalui kegiatan tersebut, tim dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dan situasi Karhutla di wilayah Kecamatan Bantan sekaligus menampung berbagai masukan dan kendala yang dihadapi masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran. Perhatian khusus diberikan kepada Masyarakat Peduli Bencana (MPB) agar terus meningkatkan peran dalam melakukan pemantauan lingkungan dan membantu mendeteksi secara dini apabila ditemukan adanya indikasi kebakaran. Tim menjelaskan bahwa apabila masyarakat menemukan titik api atau tanda-tanda terjadinya kebakaran, agar segera melakukan pelaporan kepada aparat kewilayahan dan unsur terkait sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Masyarakat Diimbau Tidak Membakar Lahan Dalam penyuluhan tersebut, Tim Penyuluh Mabes TNI juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya pada saat kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Pengelolaan lahan hendaknya dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat maupun aktivitas warga lainnya. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun lahan yang dikelola.
Apabila ditemukan asap, titik api atau kondisi lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun unsur terkait lainnya. Laksanakan Deteksi Dini dan Pemantauan Wilayah Usai pelaksanaan sosialisasi, Tim Penyuluh Mabes TNI bersama unsur pendamping juga melaksanakan pengecekan dan pemantauan wilayah yang terdampak Karhutla.
Pemantauan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui kondisi lahan dan mengidentifikasi lokasi yang masih memiliki potensi menimbulkan api. Hal tersebut sekaligus dilakukan untuk memastikan tidak adanya potensi kebakaran susulan serta kondisi wilayah tetap dalam keadaan aman dan terkendali.
Upaya pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting karena pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus dimulai sejak dini melalui pengawasan, edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat. Sinergitas Seluruh Elemen Masyarakat Tim Penyuluh Mabes TNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap bahaya Karhutla. Pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Bencana (MPB) dan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya sinergitas tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Masyarakat juga diharapkan tidak bersikap pasif, tetapi turut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dengan melakukan pemantauan secara bersama-sama serta memberikan informasi dengan cepat apabila ditemukan adanya titik api. Pembagian Sembako Selain kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Karhutla, Tim juga melaksanakan pembagian sembako kepada perwakilan masyarakat kurang mampu di Kecamatan Bantan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang menerimanya. Kegiatan Selanjutnya Sebagai tindak lanjut, Tim Penyuluh Mabes TNI akan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan.
Sosialisasi selanjutnya akan menyasar masyarakat di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla dengan memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun menanggulanginya.
Koordinasi dengan aparat kewilayahan dan unsur terkait juga akan terus ditingkatkan guna memperkuat kesiapsiagaan dan sinergitas dalam menghadapi potensi Karhutla. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Masyarakat juga diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan melalui kepedulian terhadap lingkungan, pemantauan wilayah serta pelaporan secara cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Dengan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, diharapkan potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya Kecamatan Bantan, dapat diminimalisir sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Babinsa