Kodam XIX/TT Dukung Pemusnahan Barang Ilegal Senilai Rp44,8 Miliar
Unsur TNI dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama instansi terkait mengawal ketat jalannya pemusnahan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan periode 2024–2025.
PEKANBARU - Sejak pagi, aparat gabungan tampak bersiaga di lokasi kegiatan. Unsur TNI dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama instansi terkait mengawal ketat jalannya pemusnahan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan periode 2024–2025.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Kanwil DJBC Riau Dwijo Muryono, Asops Kasdam XIX Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, serta Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan. Hadir pula perwakilan dari Kejati, Binda, hingga Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Barang yang dimusnahkan mencakup berbagai komoditas ilegal, mulai dari hasil tembakau, minuman beralkohol, pakaian bekas, hingga produk elektronik dan kosmetik tanpa izin. Total nilai barang mencapai Rp44,8 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp26,9 miliar.
Proses pemusnahan tidak berhenti di Pekanbaru. Setelah seremoni, barang-barang tersebut dibawa ke Denarhanud Rudal 004/WSBY di Dumai untuk dimusnahkan secara menyeluruh melalui metode pembakaran, penghancuran, dan pemotongan di bawah pengamanan ketat TNI.
Asops Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung penegakan hukum di wilayah.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Ini bagian dari komitmen TNI mendukung pemberantasan barang ilegal,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain pengamanan, Kodam XIX juga memperkuat koordinasi intelijen kewilayahan guna memantau potensi peredaran barang selundupan, terutama di jalur perbatasan dan wilayah pesisir yang rawan.
Upaya pencegahan pun terus ditingkatkan, termasuk rencana pemanfaatan teknologi pengawasan seperti drone dan radar pesisir untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan.
Sinergi lintas instansi ini dinilai menjadi kunci dalam menekan peredaran barang ilegal yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan masyarakat.
Dengan pengamanan ketat dan strategi terpadu, aparat berharap jaringan penyelundupan di Riau semakin tertekan, sekaligus mempertegas kehadiran negara dalam melindungi ekonomi dan keamanan masyarakat.
Editor :Tim Sigapnews