TNI Terjang Arus, Selamatkan Warga Saat Jembatan Garuda Dibangun
Air sungai yang keruh setinggi lutut hingga paha tak menghentikan langkah para prajurit. Dengan sigap, mereka turun langsung ke arus, membentuk barisan pengaman, dan mengawal warga satu per satu sepanjang garis pantai. Di tengah kondisi tanpa jembatan permanen, sedikit belasan warga—termasuk pengendara sepeda motor—berhasil melintas dengan aman.
Aksi ini terjadi di titik penyeberangan utama Desa Sanglap, jalur penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan pendidikan warga. Saat jembatan dalam proses pembangunan tahap III, akses sementara hanya mengandalkan jalur sungai yang berisiko, terutama saat debit air meningkat.
“Kalau tidak dibantu bapak-bapak TNI, kami ragu ke seberang. Arusnya cukup kuat,” ujar warga sekitar, saat ditemui di lokasi. Ia mengaku setiap hari harus melewati jalur tersebut untuk bekerja.
Personil TNI terlihat mengemudikan arah pijakan, menahan kendaraan agar tidak tergelincir, hingga memastikan anak-anak dan warga lanjut usia tetap aman. Salah satu prajurit bahkan berjalan lebih dulu melawan arus untuk mengukur kedalaman dan kekuatan aliran sebelum warga berlayar.
Danramil setempat menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjamin keselamatan masyarakat selama proses berlangsung. “Kami tidak ingin aktivitas warga terhenti. Selama jembatan belum selesai, kami pastikan mereka tetap bisa beraktivitas dengan aman,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Garuda sendiri ditargetkan selesai dalam beberapa tahap, dan diharapkan mampu menjadi solusi permanen bagi mobilitas warga yang selama ini bergantung pada kondisi sungai.
Editor :Tim Sigapnews
Source : pendim 0302/inhu