Medan Berlumpur Tak Hentikan Pembangunan Jembatan Garuda Kuansing
Lumpur Sedalam Lutut Warnai Perjuangan Bangun Jembatan Garuda Kuansing
material bangunan harus dipindahkan secara manual dari tepi dekat menuju tepi jauh menggunakan sling dan katrol. Kondisi jalan yang licin akibat hujan membuat proses pendistribusian material berlangsung lambat dan menguras tenaga para pekerja.
Sejumlah warga bersama personel di wilayah Kodim 0302/INHU terlihat berjibaku melintasi lumpur sambil mengendarai gerobak berisi material batu. Bahkan beberapa pekerja harus berjalan di tengah kubangan untuk memastikan material tetap sampai ke lokasi pembangunan.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu upaya membuka akses masyarakat yang selama ini terkendala medan dan keterbatasan infrastruktur penghubung antarwilayah di Desa Sukaraja.
“Kalau hujan turun, jalan menuju lokasi langsung berubah jadi lumpur tebal. Kendaraan sulit masuk, jadi material harus dilangsir manual menggunakan sling dan katrol,” ujar salah seorang pekerja di lokasi.
Meski menghadapi berbagai hambatan teknis, proses pembangunan tetap dilanjutkan demi mempercepat penyelesaian jembatan gantung yang nantinya akan digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
Keberadaan Jembatan Gantung Garuda Tahap III dinilai sangat penting karena akan mempermudah mobilitas warga, terutama untuk akses perkebunan, pendidikan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.
Di tengah keterbatasan medan, semangat gotong royong tetap terlihat kuat. Warga sekitar membantu proses transportasi material agar pembangunan tidak terhenti akibat kondisi cuaca.
Kodim 0302/INHU terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap kemajuan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dengan kondisi medan yang menantang, pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga simbol perjuangan membuka keterisolasian masyarakat pedalaman Kuansing.
Editor :Tim Sigapnews
Source : pendim 0302/inhu