Prajurit Yonif TP 952/IB Ikuti Diklat Jurnalistik di Brigif TP 89 Perkuat Kepercayaan Publik
Personel Brigif TP 89/GG dan Jajaran Sedang Melaksanakan Diklat
SIAK - Prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin (IB) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik yang digelar di Marshailling Area Brigif TP 89/GG, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut di ikuti sebanyak 25 peserta dari berbagai kompi jajaran Yonif TP 952/IB dengan tujuan meningkatkan kemampuan penyampaian informasi publik secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab di tengah derasnya perkembangan media digital.
Diklat jurnalistik ini menghadirkan sejumlah materi penting, mulai dari teknik penulisan berita berbasis 5W+1H, wawancara, fotografi jurnalistik, hingga pengelolaan media sosial satuan. Selain menerima teori di dalam kelas, peserta juga menjalani praktik langsung peliputan lapangan dan simulasi konferensi pers untuk mengasah kemampuan komunikasi publik. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Brigif TP 89 membangun personel yang adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi komunikasi modern.
Komandan Brigif 89/GG, Kolonel Inf. Topan Anker S. SOS. M. I. P., mengatakan kemampuan jurnalistik kini menjadi kebutuhan penting bagi prajurit di era keterbukaan informasi. Menurutnya, kecepatan arus informasi melalui media sosial membuat setiap personel harus mampu memahami cara menyampaikan berita yang benar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. “Prajurit saat ini tidak hanya bertugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga harus mampu menjadi penyampai informasi yang terpercaya. Melalui diklat ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan jurnalistik juga dapat membantu memperkuat citra positif institusi TNI melalui publikasi kegiatan yang edukatif dan transparan. Dengan pembekalan tersebut, personel diharapkan mampu memilah informasi yang valid sekaligus menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang semakin marak terjadi di ruang digital. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 11 ribu konten hoaks tersebar di berbagai platform media sosial di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Tim Pemateri Diklat, Yefrizal, menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik bukan sekadar mengajarkan cara menulis berita, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan disiplin dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, setiap personel harus memahami prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, dan verifikasi data sebelum sebuah informasi dipublikasikan kepada masyarakat. “Informasi yang salah dapat memicu kesalahpahaman bahkan merusak kepercayaan publik. Karena itu, peserta dilatih untuk memahami etika jurnalistik dan cara menyampaikan fakta secara profesional,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi melalui keterlibatan aktif dalam sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik penulisan berita yang berlangsung hingga malam hari. Para peserta juga diberikan tugas membuat produk berita singkat terkait kegiatan satuan sebagai bentuk evaluasi akhir pelatihan. Brigif TP 89 berharap seluruh personel yang mengikuti diklat mampu menjadi penghubung informasi yang kredibel di lingkungan masyarakat maupun media digital.
Diklat Jurnalistik di Brigif TP 89 menjadi bukti bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada kesiapan tempur, tetapi juga pada kemampuan membangun komunikasi yang jujur dan terpercaya. Ketika informasi disampaikan dengan benar, cepat, dan bertanggung jawab, maka kepercayaan publik akan tumbuh semakin kuat, membuat masyarakat semakin yakin terhadap profesionalisme dan integritas prajurit TNI.
Editor :Tim Sigapnews