Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Babinsa Bangko Jaya Pantau Langsung Ternak WargaBANGKO PUSAKO
Babinsa Bangko jaya turun langsung untuk mengecek kesehatan ternak masyarakat di kep Bangko jaya kec Bangko Pusaka kab Rohil.
Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Babinsa Bangko Jaya Pantau Langsung Ternak WargaBANGKO PUSAKO (ROHIL)
Sebagai langkah preventif menjaga kesehatan hewan ternak di wilayah binaan, Babinsa Koramil 0321-05/RM, Sertu Devri, melaksanakan pengecekan langsung ke kandang ternak milik warga di Kepenghuluan Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (05/06) ini difokuskan pada upaya antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dalam kunjungannya, Sertu Devri mendampingi pemilik ternak untuk melihat secara detail kondisi fisik hewan guna memastikan tidak ada gejala klinis yang mengarah pada penyakit menular tersebut.
Danramil 05/RM, Kapten Inf Sudarwanto, menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan wilayah teritorial bebas dari wabah penyakit ternak. "Kami terus mengerahkan personel Babinsa untuk turun ke lapangan guna membantu peternak.
Tujuannya agar kesehatan hewan terjaga dan produktivitas ternak warga tetap aman," tegas Danramil.Di lokasi, Sertu Devri juga memberikan edukasi kepada para peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang serta segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan jika ditemukan adanya kejanggalan atau tanda-tanda sakit pada ternak mereka."Pengecekan rutin ini sangat penting untuk memastikan hewan ternak warga dalam keadaan sehat dan bebas dari PMK.
Kita ingin memastikan ekonomi peternak di wilayah Bangko Jaya tetap stabil tanpa terganggu wabah penyakit," ujar Sertu Devri di sela-sela kegiatannya.Langkah aktif Babinsa ini mendapat respon positif dari pemilik ternak. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta meningkatkan kesadaran para peternak dalam menjaga kualitas kesehatan hewan peliharaan mereka.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pendam XIX