Babinsa Sungai Ambang Sisir Titik Rawan Karhutla di Rumbai Timur, Pastikan Tak Ada Ruang bagi Api
Babinsa Kelurahan Sungai Ambang, Kecamatan Rumbai Timur, Serka Andi Saputra dari Koramil 04/Lph Kodim 0301/Pekanbaru melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya kebakaran.
Pekanbaru – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan oleh aparat kewilayahan di Kota Pekanbaru. Pada Sabtu (13/06/2026), Babinsa Kelurahan Sungai Ambang, Kecamatan Rumbai Timur, Serka Andi Saputra dari Koramil 04/Lph Kodim 0301/Pekanbaru melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya kebakaran.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan aparat teritorial dalam mengantisipasi munculnya titik api, khususnya saat kondisi cuaca mulai memasuki periode rawan kebakaran. Selain melakukan pemantauan langsung ke lapangan, Babinsa juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar yang dapat memicu bencana kabut asap.
Patroli dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah lokasi strategis di wilayah binaan Koramil 04/Lph. Adapun rute yang dilalui meliputi Jalan Lingkar Danau Buatan, Kecamatan Rumbai Timur, Jalan Teluk Leok Ujung RT 03/RW 01 Kelurahan Limbungan, Jalan Family Raya RT 01/RW 06 Kelurahan Lembah Sari, Jalan Kemping RT 01/RW 02 Kelurahan Sungai Ambang, kawasan Dermaga I dan II Danau Buatan, Jalan Pramuka Ujung kawasan Danau Bandar Khayangan, hingga Jalan Cipta Nusa RT 01/RW 01 di wilayah Dermaga II Danau Buatan.
Dalam kegiatan tersebut, Serka Andi Saputra mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di area yang dipenuhi semak belukar dan vegetasi kering. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya karhutla yang dapat merugikan banyak pihak, baik dari sisi kesehatan, lingkungan maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya di sela kegiatan patroli.
Patroli juga dilakukan dengan memantau langsung kondisi lapangan pada titik koordinat rawan karhutla yang berada di 0.570947° Lintang Utara dan 101.466686° Bujur Timur. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan adanya hotspot maupun indikasi kebakaran di lokasi tersebut.
Berdasarkan laporan hasil kegiatan, kondisi wilayah terpantau aman dengan hotspot nihil, titik api nihil, serta titik asap nihil. Situasi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat terkait bahaya karhutla mulai membuahkan hasil. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja apabila terdapat kelalaian.
Kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut turut melibatkan unsur masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA). Sinergi antara TNI dan komponen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem deteksi dini dan penanggulangan karhutla di tingkat wilayah.
Dalam pelaksanaannya, patroli didukung dengan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas personel untuk menjangkau lokasi-lokasi yang menjadi fokus pengawasan. Sebanyak dua personel terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari satu anggota TNI dan satu anggota MPA.
Sekitar pukul 11.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla selesai dilaksanakan. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar tanpa ditemukan kendala berarti di lapangan.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas aparat semata, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga kelestarian alam serta melindungi generasi mendatang dari dampak buruk bencana asap. Dengan langkah antisipatif yang terus dilakukan secara berkelanjutan, wilayah Rumbai Timur diharapkan tetap terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Editor :Pendam XIX