Babinsa Rumbai Timur Sisir Titik Rawan Karhutla, Tak Beri Celah Sedikit Pun bagi Pembakar Lahan
Babinsa Koramil 04/Limapuluh Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Andi Saputra, melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla di sejumlah wilayah rawan kebakaran yang berada di Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru.
Pekanbaru – Komitmen TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Pada Kamis (18/6/2026).
Babinsa Koramil 04/Limapuluh Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Andi Saputra, melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla di sejumlah wilayah rawan kebakaran yang berada di Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat teritorial dalam mengantisipasi munculnya titik api, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan. Dengan menggandeng unsur Masyarakat Peduli Api (MPA), patroli dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan wilayah binaan tetap aman dan terbebas dari ancaman Karhutla.
Sejak siang hari, Serka Andi Saputra bersama anggota MPA menyusuri berbagai lokasi yang selama ini menjadi perhatian dalam pencegahan Karhutla. Patroli dimulai dari Jalan Teluk Leok Ujung RT 03 RW 01 Kelurahan Limbungan, kemudian berlanjut ke Jalan Family Raya RT 01 RW 06 dan Jalan Pramuka Ujung Perum Indah Permai RT 03 RW 10 di Kelurahan Lembah Sari.
Tidak hanya itu, patroli juga menjangkau Jalan Kemping RT 01 RW 02 Kelurahan Sungai Ambang, kawasan Jalan Lingkar Danau Buatan Dermaga I dan II, Danau Bandar Khayangan, hingga Jalan Cipta Nusa RT 01 RW 01 Dermaga II. Seluruh titik tersebut dipantau secara cermat guna memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain melakukan pengecekan lapangan, Babinsa juga aktif berinteraksi dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Edukasi tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar terus disampaikan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.
Menurut Serka Andi Saputra, pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat semata, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan persuasif melalui sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga wilayah ini. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila melihat adanya asap, api, atau aktivitas yang mencurigakan. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi,” tegasnya.
Dari hasil patroli yang dilakukan di titik koordinat 0.583829° LU dan 101.475597° BT, petugas memastikan tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Rumbai Timur masih berada dalam situasi aman dan terkendali.
Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Pengalaman kebakaran hutan dan lahan yang pernah terjadi di berbagai daerah menjadi pelajaran penting bahwa ancaman Karhutla dapat muncul kapan saja apabila pengawasan dan kesadaran masyarakat menurun.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat apresiasi karena tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan rasa aman serta membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Sinergi antara TNI dan MPA menjadi bukti nyata bahwa pencegahan Karhutla memerlukan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak.
Dengan dukungan satu personel TNI, satu anggota MPA, serta satu unit sepeda motor patroli, kegiatan berjalan lancar, tertib, dan aman. Patroli yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menekan potensi kebakaran sejak dini sekaligus memastikan wilayah Rumbai Timur tetap hijau, sehat, dan bebas dari bencana asap yang dapat merugikan masyarakat luas.
Editor :Pendam XIX