Babinsa Koramil 02/Kota Berbaur dengan Warga, Nobar Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026 Penuh Kehanga
Di tengah euforia tersebut, kehadiran Babinsa Koramil 02/Kota Kodim 0301/Pekanbaru, Pratu Rivanda Rama menjadi warna tersendiri.
Pekanbaru - Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak siang hingga dini hari tak mampu meredam semangat masyarakat untuk menyaksikan laga perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026.
Di tengah udara yang masih lembap dan sisa genangan di beberapa sudut jalan, warga tetap berdatangan ke berbagai titik nonton bareng (nobar), salah satunya di sebuah warung sederhana di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota, Minggu (19/7/2026) dini hari.
Jarum jam menunjukkan pukul 03.00 WIB ketika layar televisi mulai menampilkan kick-off pertandingan antara Prancis dan Inggris. Meski hanya beralaskan bangku kayu dan kursi plastik seadanya, puluhan warga tampak fokus menatap layar. Secangkir kopi panas dan obrolan ringan menjadi teman setia di tengah dinginnya suasana malam pascahujan.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo tinggi. Sorak sorai warga pecah setiap kali peluang tercipta. Ketegangan semakin memuncak saat gol demi gol tercipta silih berganti.
Hingga akhirnya, Inggris berhasil mengunci kemenangan dengan skor 6-4 atas Prancis, sebuah hasil langsung disambut riuh tepuk tangan dan teriakan puas dari para penonton.
Di tengah euforia tersebut, kehadiran Babinsa Koramil 02/Kota Kodim 0301/Pekanbaru, Pratu Rivanda Rama menjadi warna tersendiri. Dengan seragam dinas lengkap dan atribut Babinsa di lengannya, ia duduk berbaur tanpa sekat bersama warga, menikmati jalannya pertandingan layaknya penonton lainnya.
Menurut Pratu Rivanda, momen seperti ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga kesempatan membangun kedekatan dengan masyarakat secara alami.
“Kegiatan seperti ini sederhana, tapi dampaknya besar. Kita bisa berinteraksi langsung, mendengar cerita warga, dan membangun rasa kebersamaan. Ini bagian dari tugas kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai, kebersamaan dalam suasana santai seperti nobar menjadi cara efektif menciptakan komunikasi yang terbuka antara aparat dan warga, tanpa tekanan formalitas.
Salah seorang warga yang ikut nobar, Suseno (34), mengaku suasana kebersamaan seperti ini jarang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
“Walaupun hujan tadi cukup lama, apalagi pertandingan merebut juara ketiga dimulai pada pukul 03.00 WIB dini haru, kami tetap semangat datang. Pertandingannya seru banget banyak gol. Ditambah lagi ada pak Babinsa jadi suasana terasa lebih akrab dan aman,” katanya.
Menurut Suseno, kehadiran Babinsa yang menyatu dengan warga memberikan rasa nyaman sekaligus menunjukkan bahwa aparat tidak berjarak dengan masyarakat.
Sementara itu, Danramil 02/Kota Mayor Arm Febrizal, saat dikonfirmasi terpisah menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian penting dari pembinaan teritorial.
“Babinsa harus mampu menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Kehadiran mereka dalam kegiatan seperti nobar ini bukan hanya simbolis, tetapi bentuk nyata pendekatan humanis dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan warga,” jelasnya.
Ia menambahkan kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas wilayah, terutama dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Hingga pertandingan usai, suasana tetap kondusif. Warga perlahan membubarkan diri dengan wajah puas, membawa cerita tentang pertandingan penuh drama serta kebersamaan yang hangat di tengah dinginnya malam.
Di warung sederhana itu, bukan hanya pertandingan sepak bola yang tersaji, tetapi juga potret nyata kedekatan antara aparat dan masyarakat tanpa sekat, tanpa jarak, dalam satu semangat kebersamaan.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 02 Kota