Goro Bersama Babinsa dan Mahasiswa KKN, Wujud Nyata Kepedulian untuk Lingkungan Kulim
Babinsa Kelurahan Kulim, Serda Dwi H. Adi, anggota Koramil 05/Sail, bersama mahasiswa KKN Universitas Hang Tuah, Selasa (11/08/2026).
Pekanbaru – Semangat gotong royong kembali tumbuh di tengah masyarakat Kelurahan Kulim, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru. Tidak sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan gotong royong (goro) yang digelar bersama Babinsa dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hang Tuah menjadi gambaran sederhana tentang kuatnya kebersamaan ketika semua elemen mau turun tangan dan bekerja bersama.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Babinsa Kelurahan Kulim, Serda Dwi H. Adi, anggota Koramil 05/Sail, bersama mahasiswa KKN Universitas Hang Tuah, Selasa (11/08/2026).
Sejak pagi, suasana di lingkungan Kelurahan Kulim terlihat lebih ramai. Serda Dwi H. Adi bersama para mahasiswa KKN turun langsung membersihkan sejumlah bagian lingkungan yang membutuhkan perhatian. Dengan peralatan sederhana, mereka bahu-membahu memungut sampah, merapikan area sekitar, membersihkan bagian lingkungan yang kurang terawat hingga mengangkut sisa material dan kotoran.
Tidak ada jarak antara Babinsa dan mahasiswa. Semuanya bekerja bersama, saling membantu dan sesekali berbincang di sela-sela kegiatan. Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk tidak hanya hadir sebagai bagian dari program kampus, tetapi benar-benar berbaur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Serda Dwi H. Adi, gotong royong memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebersihan.
“Gotong royong seperti ini bukan hanya membuat lingkungan menjadi bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian bersama. Kalau dilakukan bersama-sama, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa KKN untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat selama menjalankan kegiatan pengabdian di Kelurahan Kulim.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan warna positif melalui berbagai kegiatan yang sederhana namun memiliki manfaat nyata.
“Selama melaksanakan KKN, mari terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan membantu kegiatan sosial di wilayah,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa dapat melihat kondisi lingkungan sekaligus memahami bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar.
Hal-hal sederhana seperti membersihkan lingkungan, membantu warga dan membangun komunikasi justru menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kepedulian sosial.
Semangat yang ditunjukkan Babinsa dan mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pemantik bagi masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong. Terlebih di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis, kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa peran aparat kewilayahan tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Babinsa turut hadir dalam berbagai kegiatan sosial, membangun komunikasi dengan masyarakat serta mendorong tumbuhnya kebersamaan di lingkungan binaannya.
Sementara bagi mahasiswa KKN Universitas Hang Tuah, kegiatan goro menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat. Mereka tidak hanya membawa program dari kampus, tetapi juga belajar mengenai kerja sama, kepedulian, dan pentingnya hadir serta berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan gotong royong berlangsung dalam suasana penuh kekompakan. Babinsa dan mahasiswa KKN saling membantu hingga pekerjaan selesai.
Dari kegiatan sederhana tersebut, tersampaikan pesan yang kuat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Ketika Babinsa, mahasiswa dan masyarakat bergerak bersama, lingkungan menjadi lebih bersih, hubungan sosial semakin erat, dan semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat Kelurahan Kulim.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 05 Sail