Dandim 0303 Bengkalis Pastikan Jembatan Garuda Layak, Warga Dapat Manfaat
Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno,S.Sos.,M.IP tinjau jembatan garuda di Desa Melai
KEPULAUAN MERANTI – Kehadiran TNI di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui karya nyata. Jembatan Garuda jenis Armco yang dibangun Kodim 0303/Bengkalis melalui Koramil 02/Tebing Tinggi bersama masyarakat kini menjadi penghubung penting antara Desa Melai dan Desa Nipah Sendanu, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Senin (31/8/2026), Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos., M.IP., turun langsung meninjau kondisi Jembatan Garuda di Desa Melai. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan benar-benar selesai, layak dan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.
Bagi warga, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Jembatan Garuda menjadi akses penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, akses anak-anak menuju sekolah, hingga mendukung kegiatan para pelaku usaha.

Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno mengatakan, pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang. Anak-anak lebih mudah ke sekolah, masyarakat lebih mudah beraktivitas, dan pelaku usaha lebih mudah membawa hasil usahanya,” ujar Dandim.

Menurutnya, kehadiran TNI di wilayah bukan hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga bagaimana prajurit dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan, menjadi bagian dari solusi serta membantu mengatasi berbagai keterbatasan yang ada di wilayah.
“Kami ingin memastikan apa yang kami kerjakan benar-benar memberikan manfaat. Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya selesainya bangunan, tetapi sejauh mana masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Dandim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Koramil 02/Tebing Tinggi dan masyarakat yang telah bergotong royong dalam proses pembangunan Jembatan Garuda.
“Ini adalah hasil kerja bersama. TNI tidak mungkin bekerja sendiri. Ada masyarakat yang ikut bergotong royong, ada pemerintah desa dan berbagai pihak yang mendukung. Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan kita,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan tersebut dengan baik, karena keberadaan infrastruktur tersebut merupakan aset bersama yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami titip jembatan ini kepada masyarakat. Rawat dan jaga bersama-sama. Karena jembatan ini dibangun untuk masyarakat dan harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Dandim.
Lebih jauh, Dandim menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika kebutuhan masyarakat dapat dijawab melalui kerja bersama, maka kehadiran TNI bukan sekadar terlihat, tetapi benar-benar dirasakan.
“TNI hadir bukan untuk sekadar datang, tetapi hadir untuk mendengar, membantu dan memberikan solusi. Negara harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat membutuhkan akses dan kemudahan untuk meningkatkan kehidupannya,” katanya.

Jembatan Garuda kini menjadi simbol sederhana namun bermakna: ketika TNI dan masyarakat bergandengan tangan, keterbatasan dapat diatasi dan jalan menuju kehidupan yang lebih baik dapat dibuka.
Negara hadir untuk rakyat. TNI hadir bersama rakyat. Dari sebuah jembatan, terbuka akses, tumbuh perekonomian, dan hadir harapan baru bagi masyarakat.(Pendim0303Bkls)
Editor :Tim Sigapnews