Patroli Bersama MPA, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Perkuat Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama lima personel Masyarakat Peduli Api (MPA), Minggu (6/9/2026), dengan melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla di wilayah jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pek
Pekanbaru — Upaya menjaga wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Memasuki September 2026, kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api tetap menjadi perhatian, terutama di kawasan yang memiliki lahan dan vegetasi yang mudah terbakar.
Mencegah api sebelum muncul menjadi langkah yang terus dikedepankan. Hal itu dilakukan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama lima personel Masyarakat Peduli Api (MPA), Minggu (6/9/2026), dengan melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla di wilayah jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru.
Patroli menyasar sejumlah kawasan yang dinilai perlu mendapat pemantauan secara berkelanjutan. Rute dimulai dari Jalan Matoa, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, kemudian dilanjutkan menuju kawasan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan.
Bagi Babinsa dan masyarakat yang tergabung dalam MPA, patroli tersebut bukan sekadar kegiatan menyusuri wilayah. Di balik setiap perjalanan, ada upaya untuk memastikan lingkungan tetap aman sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Sosialisasi pun menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Warga diingatkan untuk tidak sembarangan menggunakan api, termasuk membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih, ketika kondisi cuaca panas, api kecil sekalipun dapat dengan cepat berkembang dan sulit dikendalikan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi wilayah terpantau aman. Tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap. Pemantauan juga dilakukan di sekitar koordinat 0.555828° Lintang dan 101.572742° Bujur sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi kawasan tetap terkendali.
Meski seluruh indikator kebakaran menunjukkan nihil, kewaspadaan tidak boleh berhenti. Justru kondisi aman tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat pencegahan agar tidak muncul kebakaran yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan.
Keterlibatan lima personel MPA dalam patroli juga menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Masyarakat memiliki peran penting sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing, terutama dalam mendeteksi lebih awal apabila muncul tanda-tanda kebakaran.
Karhutla sendiri bukan hanya persoalan api yang membakar lahan. Dampaknya dapat meluas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga munculnya asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara.
Dengan menggunakan satu unit sepeda motor, kegiatan patroli berlangsung tertib, aman dan lancar. Babinsa bersama MPA terus memastikan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi karhutla.
Pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut sederhana namun penting: jangan menunggu api membesar untuk bergerak. Selama potensi karhutla masih ada, patroli, sosialisasi dan kepedulian masyarakat harus terus dilakukan.
Sebab, menjaga wilayah tetap aman bukan hanya tentang bagaimana memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi tentang bagaimana memastikan api itu tidak pernah mendapat kesempatan untuk membesar.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya