Babinsa Koramil 04/Lph Sisir Sejumlah Titik Rawan Karhutla di Rumbai Timur, Hasilnya Nihil Titik Api
Pekanbaru — Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Koramil 04/Lph Kodim 0301/Pbr. Kali ini, Babinsa Kelurahan Limbungan, Sertu Santoso, turun langsung menyisir sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi rawan kebakaran di wilayah Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Senin (14/9/2026).
Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kesiapsiagaan Babinsa dalam mengantisipasi munculnya titik api maupun kepulan asap yang dapat berkembang menjadi kebakaran lahan. Bersama seorang personel Masyarakat Peduli Api (MPA), Sertu Santoso menggunakan satu unit sepeda motor patroli menyusuri sejumlah ruas jalan dan kawasan yang menjadi sasaran pemantauan.
Rute patroli dimulai dari Jalan Teluk Leok Ujung RT 03/RW 01, Kelurahan Limbungan, kemudian dilanjutkan menuju Jalan Family Raya RT 01/RW 06, Kelurahan Lembah Sari. Pemantauan berikutnya dilakukan di Jalan Pramuka Ujung Perumahan Indah Permai RT 03/RW 10, Kelurahan Lembah Sari.
Patroli kemudian bergerak menuju Jalan Kemping RT 01/RW 02, Kelurahan Sungai Ambang, serta menyisir kawasan Jalan Lingkar Danau Buatan, Dermaga I dan Dermaga II. Pemantauan dilanjutkan ke Jalan Pramuka Ujung kawasan Danau Bandar Khayangan, hingga Jalan Cipta Nusa RT 01/RW 01, Dermaga II Danau Buatan, Kelurahan Sungai Ambang.
Di sepanjang rute tersebut, Babinsa bersama personel MPA melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi lingkungan. Perhatian difokuskan pada kemungkinan munculnya titik api, asap, maupun aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Patroli juga menjadi momentum bagi Babinsa untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman Karhutla. Sertu Santoso mengingatkan pentingnya kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki lahan terbuka dan berpotensi mudah terbakar.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang benda yang dapat memicu api secara sembarangan. Apabila menemukan adanya tanda-tanda kebakaran, warga diharapkan segera melaporkan kepada aparat kewilayahan agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin.
Hasil patroli menunjukkan kondisi wilayah yang terpantau aman. Hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap juga nihil. Kondisi tersebut menjadi hasil positif dari pemantauan sekaligus menunjukkan pentingnya patroli secara rutin untuk mempertahankan situasi wilayah tetap aman dari ancaman Karhutla.
Adapun salah satu titik koordinat yang menjadi bagian dari pemantauan berada pada Lat 0.570477° dan Long 101.44987°.
Kehadiran Babinsa dalam patroli tersebut menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Langkah antisipasi justru menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah kerugian yang lebih besar.
Dengan menyisir wilayah secara langsung, Babinsa dapat mengetahui kondisi lapangan sekaligus melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman. Pola patroli seperti ini juga memperkuat sinergi antara TNI dan MPA dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Sertu Santoso menempatkan kehadiran di lapangan sebagai bagian dari tugas pembinaan wilayah. Babinsa tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta bersama-sama mencegah terjadinya bencana Karhutla.
Patroli yang dilaksanakan secara rutin diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat. Sebab, keberhasilan mencegah Karhutla sangat bergantung pada kecepatan deteksi, kepedulian warga dan kesiapan seluruh unsur di lapangan.
Melalui patroli gabungan bersama MPA tersebut, jajaran Koramil 04/Lph Kodim 0301/Pbr kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga wilayah Rumbai Timur agar tetap aman dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar, dengan hasil pemantauan hotspot, titik api dan titik asap nihil.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 04 Limapuluh