Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Kubu, Libatkan UPIKA dan Masyarakat
KUBU— Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir diperkuat. Tim penyuluh dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) turun langsung memberikan edukasi dan pencegahan karhutla kepada unsur pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Kubu Babussalam sekitar pukul 10.25 WIB. Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama dengan melibatkan unsur yang berada langsung di lapangan.
Tim Mabes TNI yang memberikan penyuluhan dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, SE., MA. Ia didampingi Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Kehadiran tim tersebut mendapat dukungan langsung dari jajaran kewilayahan. Danramil 04/Kubu Kapten Inf Ujang Z turut hadir bersama Kapolsek Kubu AKP Rudiantonon, SH, serta unsur pemerintah kecamatan.
Pertemuan tidak hanya melibatkan aparat. Para penghulu dari Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, MPA, perwakilan masyarakat, serta perwakilan perusahaan juga mengikuti kegiatan tersebut.
Pelibatan MPA dan masyarakat menjadi salah satu poin penting dalam pencegahan karhutla. Mereka merupakan unsur yang berada paling dekat dengan wilayah rawan sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Selain memberikan pemahaman mengenai pencegahan, penyuluhan juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan pihak perusahaan. Dengan koordinasi yang lebih cepat, potensi kebakaran diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.
Danramil 04/Kubu bersama jajaran juga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan penanganan ketika api sudah muncul, tetapi membutuhkan kesadaran bersama untuk mencegah sumber api sejak awal.
Kegiatan di Aula Kantor Camat Kubu Babussalam tersebut berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur wilayah. Pemerintah kecamatan, aparat keamanan, penghulu, MPA dan masyarakat mendapatkan penguatan mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kerja bersama. Ketika informasi, pengawasan dan respons lapangan berjalan cepat, potensi kebakaran dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan bisa diminimalkan.
Bagi wilayah Kubu dan Kubu Babussalam, penguatan pencegahan ini menjadi penting karena penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan langsung seluruh unsur di tingkat kecamatan hingga masyarakat di lapangan.
Editor :Tim Sigapnews