Perhatian Babinsa untuk Dunia Pendidikan, Siswa Sering Alpa Jadi Bahasan Bersama Guru SMPN 48
Babinsa Koramil 06/Sukajadi Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Sukiran membangun komunikasi dengan guru untuk melihat lebih dekat persoalan kehadiran siswa.
Pekanbaru - Perhatian terhadap siswa tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Dari meja piket di teras SMP Negeri 48 Pekanbaru, Babinsa Koramil 06/Sukajadi Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Sukiran membangun komunikasi dengan guru untuk melihat lebih dekat persoalan kehadiran siswa.
Sabtu (3/10/2026), Serda Sukiran bersilaturahmi dengan guru SMP Negeri 48 Pekanbaru di Jalan Taman Karya RT 04/RW 05, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani.
Di teras sekolah, Serda Sukiran duduk di meja piket bersama guru yang sedang menjalankan tugas. Meja yang ditutup kain hijau itu menjadi tempat sederhana untuk bertukar informasi. Di atasnya terdapat papan bertuliskan “PIKET”, tumbler serta beberapa buku dan majalah.
Suasana koridor sekolah dengan dinding berwarna hijau mengiringi percakapan tersebut. Di tengah aktivitas piket, perhatian kemudian tertuju pada daftar kehadiran siswa.
Serda Sukiran mengecek absensi untuk mengetahui siswa yang tercatat sering alpa. Baginya, ketidakhadiran berulang tidak cukup hanya dicatat sebagai angka dalam buku absensi. Ada alasan dan persoalan yang perlu dicari tahu di baliknya.
“Kalau ada siswa yang sering alpa, kita jangan hanya melihat bahwa anak itu tidak masuk sekolah. Kita harus mencari tahu apa alasannya dan apa keluhan yang dihadapinya,” kata Serda Sukiran.
Ia menegaskan pendekatan kepada siswa perlu dilakukan dengan cara merangkul, bukan semata-mata memberikan teguran.
“Anak-anak harus kita rangkul. Kita tanyakan apa masalahnya, apa yang membuat mereka tidak masuk sekolah dan apa yang bisa dibantu. Harapannya, mereka kembali rajin dan punya semangat untuk belajar,” ujarnya.
Menurut Babinsa Kelurahan Tuah Karya, komunikasi dengan guru menjadi penting karena guru mengetahui keseharian siswa selama berada di lingkungan sekolah.
“Kami terus bersilaturahmi dengan guru karena mereka yang setiap hari melihat perkembangan anak-anak di sekolah. Dari komunikasi ini, kita bisa mengetahui kalau ada siswa yang mulai sering tidak hadir atau menghadapi persoalan tertentu,” katanya.
Guru yang sedang piket menyambut baik perhatian Babinsa terhadap kehadiran siswa. Komunikasi tersebut dinilai membantu sekolah melihat persoalan siswa dari sisi yang lebih luas.
“Kami senang Babinsa datang dan berkomunikasi dengan guru. Perhatian seperti ini penting, terutama ketika ada siswa yang sering tidak hadir. Kami bisa bersama-sama mencari tahu penyebabnya dan memberikan perhatian kepada anak tersebut,” ujar salah seorang guru.
Ia berharap perhatian bersama dapat membuat siswa lebih disiplin mengikuti kegiatan belajar.
“Kami tentu ingin anak-anak rajin masuk sekolah dan semangat belajar. Kalau ada persoalan yang membuat mereka tidak hadir, kami akan berusaha mencari solusi dan berkomunikasi dengan pihak terkait,” katanya.
Danramil 06/Sukajadi Kapten Inf Tayung saat ditemui di ruang kerja mengatakan kepedulian terhadap siswa merupakan bagian dari komunikasi kewilayahan yang dapat dilakukan Babinsa melalui lingkungan pendidikan.
“Babinsa harus membangun komunikasi dengan guru dan pihak sekolah. Dari sana, Babinsa dapat mengetahui berbagai perkembangan yang berkaitan dengan siswa maupun lingkungan sekolah,” kata Tayung.
Danramil menilai pendekatan kepada siswa perlu mengedepankan komunikasi dan kepedulian.
“Kalau ada anak yang sering alpa, tentu perlu dicari tahu penyebabnya. Jangan hanya ditegur, tetapi didekati dan diajak berkomunikasi. Dengan mengetahui persoalannya, kita bisa memberikan dorongan agar anak kembali semangat mengikuti pendidikan,” ujarnya.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 06 Sukajadi