Hari Ke-10, TNI-Polri dan Masyarakat Masih Lakukan Pendinginan di Bekas Karlahut Dusun Purwoasri
Lahan masyarakat
Rangsang- Upaya pemadaman total kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Dusun Purwoasri, Desa Gemala Sari terus berlanjut. Memasuki hari ke-10 pada Selasa (25/08/2026), personel gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat masih berjibaku melakukan kegiatan pendinginan (mopping up) di areal bekas kebakaran.
Kegiatan pendinginan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di bawah permukaan gambut yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Mengingat kondisi cuaca yang cukup terik dan angin kencang, bara api di lahan gambut sangat rentan menyala kembali.
Pantauan di lapangan, tim gabungan menyisir setiap titik bekas kebakaran dengan menggunakan alat seadanya dan mesin pompa air. Mereka membasahi dan membalik tanah gambut yang masih mengeluarkan asap tipis.
"Hari ini sudah hari ke-10, kami bersama TNI dan warga tetap melakukan pendinginan. Ini prosedur wajib untuk memastikan api benar-benar padam total dan tidak muncul titik api baru," ujar salah satu petugas di lokasi.
Sinergitas antara Polri, TNI, dan masyarakat setempat menjadi kunci dalam penanganan Karlahut ini. Warga Dusun Purwoasri secara swadaya ikut membantu petugas membawa selang dan peralatan pemadaman.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di areal bekas kebakaran Dusun Purwoasri terpantau sudah jauh lebih kondusif. Asap tebal yang sebelumnya menyelimuti lokasi sudah menipis. Namun demikian, aparat gabungan tetap siaga di lokasi dan akan terus melakukan pemantauan selama beberapa hari ke depan.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya yang sangat merugikan dan adanya sanksi hukum yang tegas.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil 02 TEBING TINGGI