Tim Penyuluhan Mabes TNI bersama 13 Pasis Seskoad turun langsung memperkuat pencegahan kebakaran hut
Tim Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Tengah Ancaman Titik Api Inhu
RENGAT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu belum sepenuhnya berakhir. Di tengah turunnya hujan pada sejumlah wilayah, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI bersama Pasis Seskoad Dikreg LXVIII memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu untuk mencegah munculnya kembali titik-titik api.
Audiensi berlangsung di Ruang Narasinga Lantai II Kantor Bupati Indragiri Hulu, Senin (31/8/2026). Pertemuan tersebut melibatkan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI yang berjumlah enam orang, 13 Pasis Seskoad, unsur TNI-Polri, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu.
Dandim 0302/Inhu-Kuansing mengatakan Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI akan menjalankan tugas selama kurang lebih satu bulan di Kabupaten Indragiri Hulu dengan fokus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan serta penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, tim telah meninjau sejumlah lokasi yang terindikasi mengalami kebakaran, termasuk wilayah Desa Sungai Guntung Hilir. Hujan yang turun pada malam sebelumnya memang membantu menekan risiko kebakaran, namun intensitasnya di beberapa lokasi masih relatif ringan.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Kolonel Chk Heri Krisdyanto, menegaskan penanganan Karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu institusi.
“Keberhasilan dalam mencegah dan menangani Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kerja sama dari seluruh unsur, baik pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, maupun masyarakat,” tegasnya.
Bupati Indragiri Hulu menyambut kehadiran tim dan berharap pengalaman serta masukan dari Mabes TNI dapat memperkuat langkah daerah menghadapi Karhutla.
Menurutnya, meski hujan telah mengguyur sebagian wilayah, laporan mengenai keberadaan titik api masih memerlukan perhatian serius.
Selain Karhutla, Bupati juga menyoroti persoalan konflik agraria dan pengelolaan perkebunan yang dinilai perlu dicarikan solusi bersama. Ia berharap sinergi lintas sektor tidak hanya mampu meredam kebakaran lahan, tetapi juga membuka jalan penyelesaian persoalan strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.
Audiensi tersebut menjadi penegasan bahwa upaya menghadapi Karhutla di Indragiri Hulu tidak berhenti pada pemadaman api. Pencegahan, edukasi masyarakat, pengawasan wilayah, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar ancaman kabut asap tidak kembali meluas.
Editor :Tim Sigapnews
Source : pendim 0302/inhu