Babinsa Koramil 10/Pelangiran Berjibaku Padamkan Karhutla di Tanjung Simpang, Asap Masih Meluas
INDRAGIRI HILIR — Babinsa Koramil 10/Pelangiran dan Tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sekitar 8 hektare lahan gambut di Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu, 5 September 2026. Hingga siang, petugas masih menemukan titik api dan asap yang terus melebar.
Sebanyak 48 personel turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Mereka terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah desa, pemadam kebakaran perusahaan, serta masyarakat setempat.
Kondisi medan membuat proses pemadaman tidak mudah. Lahan yang terbakar berupa gambut kering dan tebal dengan vegetasi semak belukar. Tim juga harus menghadapi cuaca panas dan hembusan angin kencang, sementara sumber air berada cukup jauh dari lokasi.
Jarak sekitar 8 kilometer dari akses terdekat turut memperlambat upaya penanganan. Meski demikian, petugas terus menyisir area terbakar untuk menekan potensi api kembali membesar.
Dalam penanganan tersebut, tim mengoperasikan satu unit mesin Robin, dua unit mesin mini striker, tiga nozzle, serta 23 gulung selang untuk mengalirkan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
“Tim masih melaksanakan pendinginan karena titik api masih ada dan asap terlihat melebar,” demikian laporan petugas di lapangan terkait kondisi terakhir penanganan karhutla.
Selain pemadaman, tim gabungan juga melakukan pendinginan untuk mencegah bara di dalam lapisan gambut kembali menyala. Petugas berkoordinasi dengan berbagai pihak selama proses penanganan berlangsung dan terus melaporkan perkembangan situasi kepada komando atas.
Lahan yang terbakar diketahui berada di kawasan yang dikelola seorang petani bernama Martang. Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber awal api.
Hingga laporan ini dibuat, penanganan masih berlangsung. Tim gabungan tetap berada di lokasi untuk mengendalikan titik api dan mencegah kobaran meluas ke area lain.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena karakter gambut yang kering dan tebal memungkinkan api bertahan di bawah permukaan, meski kobaran dari permukaan mulai berkurang.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 10/Pelangiran