Lahan Gambut 2 Ha di Reteh Berhasil Dipadamkan, Babinsa 07/Reteh Lakukan Pendinginan Total
Peltu Nofiandi melaksanakan kegiatan pendinginan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kodim 0314/Inhil. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 September 2026 di Parit Cegat, Kelurahan Metro, Kecamatan Reteh.
INDRAGIRI HILIR - Babinsa Koramil 07/Reteh Peltu Nofiandi melaksanakan kegiatan pendinginan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kodim 0314/Inhil. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 September 2026 di Parit Cegat, Kelurahan Metro, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir.
Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 0,7536 S 103,2171 E dengan jarak sekitar 10 kilometer dari Koramil 07/Reteh. Jenis lahan yang terbakar merupakan tanah gambut berupa kebun kelapa tua yang tidak dirawat. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 2 hektare.
Proses pendinginan melibatkan personel gabungan yang terdiri dari satu personel TNI, enam personel Polri, satu personel Angkatan Laut, satu orang staf Kelurahan dan dua puluh orang masyarakat. Alat yang digunakan dalam kegiatan tersebut meliputi dua unit mesin Robin, delapan roll selang, empat hand sprayer, lima cangkul dan delapan parang.
Pemilik lahan diketahui bernama Amat usia 53 tahun, Imron usia 45 tahun dan Saidek usia 56 tahun. Untuk penyebab atau sumber api masih dalam penyelidikan oleh Polsek Reteh.
Hingga saat ini progres pemadaman menunjukkan hasil yang maksimal. Luas lahan terbakar sekitar 2 hektare telah berhasil dipadamkan 100 persen. Titik api dinyatakan padam total 100 persen dan tahap selanjutnya adalah pendinginan titik asap hingga 100 persen.
Hambatan yang dihadapi di lapangan adalah kondisi tanah gambut, cuaca panas dan arah angin kencang yang berubah ubah. Untuk mengatasi hal tersebut tim melaksanakan pendinginan titik api secara menyeluruh dan membuat pembatas agar api tidak kembali menyebar.
"Kegiatan pendinginan hari ini Alhamdulillah berjalan lancar. Luas 2 hektare sudah berhasil kita padamkan 100 persen. Saat ini kita fokus melakukan pendinginan titik asap agar tidak muncul kembali bara api di bawah gambut. Kita juga buat pembatas parit," ujar Peltu Nofiandi.
Ia juga mengimbau kepada pemilik lahan dan masyarakat agar lebih berhati hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, apalagi di lahan gambut yang sangat mudah terbakar.
"Kami imbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Cuaca panas dan angin kencang sangat berbahaya. Mari bersama sama kita jaga lahan kita dari Karhutla," tambahnya.
Dengan kerja sama TNI, Polri, aparat kelurahan dan masyarakat, kegiatan pendinginan Karhutla di Parit Cegat Kelurahan Metro dapat diselesaikan dengan aman dan terkendali.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 07/Reteh Dim 0314/Inhil