Kodam XIX Dukung Penanganan Karhutla, Riau Masih Zona Prioritas
Kodam XIX/Tuanku Tambusai mengikuti Apel Siaga Karhutla yang digelar di kawasan PHR Rumbai, Pekanbaru.
PEKANBARU - Kodam XIX/Tuanku Tambusai menyatakan kesiapan penuh dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, menyusul data terbaru yang mencatat sekitar 8.000 hektare lahan terbakar di wilayah tersebut, Sabtu (25/4/2026).
Komitmen ini ditegaskan dalam Apel Siaga Karhutla yang digelar di kawasan PHR Rumbai, Pekanbaru, dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam forum itu, terungkap luas kebakaran secara nasional telah mencapai sekitar 55.000 hektare.
Perwakilan Pangdam XIX/TT, Asops Kasdam Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, menegaskan bahwa TNI siap terlibat aktif dalam penanganan di lapangan.
“Kami menyiapkan personel untuk patroli terpadu dan mendukung penuh langkah-langkah operasional dalam penanggulangan karhutla,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, perusahaan, hingga masyarakat harus bergerak bersama untuk mengendalikan kebakaran yang kerap berulang setiap tahun.
Menurutnya, pendekatan pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran. Upaya ini dilakukan melalui deteksi dini, sosialisasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Selain itu, peran perusahaan, khususnya di sektor perkebunan, juga menjadi sorotan. Mereka diminta memastikan pengelolaan lahan dilakukan tanpa praktik pembakaran yang berisiko menimbulkan kebakaran besar.
Rapat koordinasi ini juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla yang berdampak luas, tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Dengan angka kebakaran yang masih tinggi, Riau kembali menjadi wilayah prioritas nasional dalam penanganan karhutla. Karena itu, koordinasi intensif dan kesiapsiagaan seluruh elemen dinilai mutlak diperlukan.
Langkah terpadu yang dilakukan diharapkan mampu menekan potensi kebakaran lebih dini sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Ke depan, penguatan kolaborasi dan konsistensi di lapangan menjadi kunci agar bencana tahunan ini tidak terus berulang.
Editor :Tim Sigapnews