Personel Gabungan Verifikasi Hotspot di Sungai Bakau Rohil, Lahan Gambut 1 Hektare Berhasil Dipadamk
Serma Sadli bersama Tim gabungan saat padamkan api
Personel Gabungan Verifikasi Hotspot di Sungai Bakau Rohil, Lahan Gambut 1 Hektare Berhasil Dipadamkan
SINABOI (ROHIL) – Personel gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat peduli api bergerak cepat melakukan verifikasi serta pemadaman titik panas (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kepenghuluan Sungai Bakau, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan verifikasi lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota Koramil 01/Bangko, Serma Sadli, bersama tim gabungan yang terdiri dari 2 personel TNI-AD, 6 personel Polri, 2 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan 3 orang Aparatur Pemerintah (Apem).
Berdasarkan data di lapangan, titik api terpantau pada koordinat N 2?12'49,056" E 100?56'56,16", tepatnya di Dusun Kampung Aman, RT 11/RW 10, Kepenghuluan Sungai Bakau.
"Kami menempuh jarak sekitar 40 KM dari Koramil dan dilanjutkan perjalanan sejauh 16 KM dari Posko menuju titik sasaran. Kondisi di lokasi berupa tanah gambut kering yang sangat mudah terbakar," ujar Serma Sadli dalam keterangannya.
Tim gabungan harus bekerja keras memadamkan api menggunakan 2 unit mesin pompa air mini striker. Akses jalan yang sulit ditempuh, sumber air yang jauh, serta hembusan angin kencang di bawah cuaca cerah yang panas menjadi tantangan utama petugas di lapangan.
Meski demikian, upaya terpadu tersebut membuahkan hasil. Lahan seluas kurang lebih 1 hektare yang terbakar kini sudah berhasil dipadamkan secara total.
"Kondisi terakhir api sudah padam. Namun, personel masih tetap waspada karena di beberapa titik lahan gambut tersebut masih menyisakan kepulan asap tipis," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang kering dan berangin.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Tim pendam XIX