Progres 73 Persen, Jembatan Gajah Bertalut Kampar Kiri Hulu Masuki Tahap Krusial
Progres 73 Persen, Jembatan Gajah Bertalut Kampar Kiri Hulu Masuki Tahap Krusial
KAMPAR KIRI HULU – Upaya membuka keterisolasian wilayah pedalaman terus dibuktikan Satgas Kodim 0313/Kampar. Hingga Minggu (3/5/2026), pembangunan Jembatan Gantung di Desa Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, tercatat telah mencapai progres fisik 73 persen.
Angka ini menjadi kabar menggembirakan bagi 845 jiwa atau 265 kepala keluarga yang selama ini bergantung pada jalur sungai untuk mobilitas sehari-hari.
Pantauan di lokasi, pengerjaan kini memasuki tahap konstruksi atas. Sejumlah personel TNI bersama warga tampak fokus merampungkan pemasangan kabel seling baja yang menjadi penopang utama bentangan jembatan sepanjang 96 meter tersebut.
Berdasarkan laporan teknis lapangan, pemasangan kabel seling utama telah mencapai 70 persen. Sementara pekerjaan struktur bawah seperti bowplang, pondasi abutmen, pengelasan gapura, hingga anchor sudah rampung 100 persen. Tahap finishing awal berupa pengecatan dan pemasangan identitas jembatan juga mulai berjalan dengan progres 13 persen.
Pencapaian ini bukan tanpa tantangan. Lokasi proyek yang berada di kawasan terpencil memaksa seluruh material bangunan diangkut menggunakan sampan berkapasitas 500 kilogram dengan waktu tempuh 1 hingga 2 jam melalui jalur Sungai Subayang. Setelah tiba di titik bongkar, material kembali dipanggul secara manual menuju lokasi pembangunan.
Belum lagi kondisi medan yang berat, tanpa aliran listrik, dan minim jaringan komunikasi atau blankspot, membuat koordinasi di lapangan harus dilakukan secara manual.
Salah seorang anggota tim pelaksana Satgas Kodim 0313/KPR mengatakan, seluruh personel tetap menjaga ritme kerja agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.
“Meski medan berat dan akses logistik sangat terbatas, semangat personel dan warga tidak pernah surut. Jembatan ini adalah harapan besar masyarakat, jadi kami terus bekerja maksimal,” ujar tim pelaksana di lokasi.
Jembatan ini dibangun untuk mengatasi persoalan tahunan warga. Saat musim hujan tiba, debit Sungai Subayang bisa naik hingga 5 sampai 6 meter dengan arus deras yang kerap melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Dandim 0313/KPR melalui tim lapangan menegaskan, pembangunan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan hingga wilayah pinggiran.
Jika rampung, jembatan ini diyakini tak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga mempercepat pergerakan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman Kampar Kiri Hulu.
Editor :Tim Sigapnews