Jembatan Sungai Merpati Capai 51,4 Persen, TNI Terus Kebut Pekerjaan
BELAT, 09 Mei 2026— Pembangunan Jembatan Armco Sungai Merpati di Desa Sebele, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Jembatan Sungai Merpati Capai 51,4 Persen, TNI Terus Kebut Pekerjaan
BELAT, 09 Mei 2026— Pembangunan Jembatan Armco Sungai Merpati di Desa Sebele, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, progres pemasangan baut material Armco telah mencapai 51,4 persen di tengah tantangan medan pesisir dan pasang surut air laut.
Sejak pagi, personel Kodim 0317/TBK bersama warga terlihat sibuk mengangkut material menggunakan perahu menuju lokasi pembangunan. Materi yang tiba di titik seberang kemudian dipindahkan secara manual dengan dipikul secara bergantian oleh anggota TNI dan masyarakat setempat.
Jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 7 meter itu dibangun sebagai akses penghubung Desa Sebele dan Desa Penarah. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diproyeksikan memberi manfaat langsung bagi sekitar 1.390 jiwa yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan sederhana untuk aktivitas harian dan distribusi hasil kebun.
Di lokasi pekerjaan, sejumlah tahapan konstruksi dasar telah rampung sepenuhnya. Pengerjaan bowplank, material mobilisasi, abutmen, hingga lantai jembatan tercatat sudah mencapai 100 persen. Saat ini personel di lapangan memfokuskan pekerjaan pada pemasangan struktur Armco dan penyelesaian buk sandaran yang telah mencapai 75 persen.
Komandan pekerjaan lapangan menyebutkan kendala utama masih mempengaruhi kondisi alam. Saat air laut pasang, aktivitas pembangunan terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan pekerja.
“Ketika udara mulai pasang, pekerjaan harus berhenti sekitar empat jam karena area bawah jembatan tergenang. Namun personel tetap memanfaatkan waktu untuk menyiapkan material dan alat kerja agar pengerjaan kembali berjalan cepat saat air surut,” ujarnya.
Selain faktor pasang laut, keterbatasan stok batu dan pasir di wilayah Belat juga menjadi tantangan tersendiri. Material pendukung pembangunan harus didatangkan dari luar daerah sehingga membutuhkan waktu distribusi lebih panjang.
Meski demikian, personel TNI bersama masyarakat tetap menjaga semangat gotong royong demi mempercepat penyelesaian pembangunan. Hingga saat ini situasi di lokasi pembangunan dilaporkan aman dan terkendali.
Editor :Tim Sigapnews
Source : PENDAM XIX