Koramil Kubu Cek Ternak, PMK Belum Ditemukan di Palika
PASIR LIMAU KAPAS – Upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir. Pada Jumat (5/6/2026) pagi, Babinsa Koramil 0321-04/Kubu, Sertu Boysandi, turun langsung ke kandang ternak milik Kasdi di RT 02 RW 24 untuk memastikan kondisi kesehatan sapi yang dipelihara warga tetap aman dari ancaman wabah PMK.
Saat berada di lokasi, Sertu Boysandi melakukan pemeriksaan terhadap sembilan ekor sapi milik peternak tersebut. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, aktivitas makan, hingga indikasi gejala yang mengarah pada PMK seperti luka pada mulut dan kuku maupun penurunan kondisi tubuh.
Hasil pengecekan menunjukkan seluruh ternak dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan tanda-tanda penyakit yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.
Sertu Boysandi mengatakan kegiatan pemantauan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan wilayah binaan tetap bebas dari penyebaran PMK.
“Pengecekan ini merupakan upaya pencegahan sekaligus pemantauan rutin terhadap kesehatan hewan ternak milik warga. Dari hasil pemeriksaan hari ini, seluruh sapi dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan gejala PMK,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, pengawasan langsung di lapangan penting dilakukan karena kesehatan ternak menjadi salah satu faktor penunjang ketahanan pangan masyarakat. Dengan pemantauan berkala, potensi penyebaran penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan apabila ditemukan indikasi kasus.
Selain memeriksa kondisi ternak, Babinsa juga mengingatkan pemilik sapi agar menjaga kebersihan kandang, memperhatikan kualitas pakan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala yang mencurigakan pada hewan peliharaan mereka.
Hingga pelaksanaan pengecekan pada Jumat pagi, belum ditemukan kasus PMK pada ternak sapi di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas. Kondisi ini menjadi indikator bahwa langkah pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan masih berjalan efektif dalam menjaga kesehatan hewan ternak masyarakat.
Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan tidak ditemukan kejadian menonjol selama proses pemeriksaan di lapangan.
Editor :Tim Sigapnews