Satu Percikan Bisa Jadi Petaka , Babinsa Bersama MPA Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan Karhutla
Serma Ucok menegaskan bahwa kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam memutus rantai bencana musiman ini. Dampak Karhutla terlalu mahal untuk dipertaruhkan hanya demi membuka lahan secara instan
Pekanbaru — Aparat TNI bergerak cepat mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang puncak musim kemarau. Babinsa Kelurahan Tebing Tinggi Okura Koramil 04/Limapuluh Kodim 0301/Pekanbaru, Serma Ucok A Hsb, memimpin langsung patroli darat dan sosialisasi pencegahan Karhutla di Jalan Raja Panjang Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Selasa (16/6/2026).
?Langkah tegas ini menyasar kawasan vegetasi kering yang dinilai sangat rentan memicu kobaran api. Tepat pukul 10.30 WIB, di bawah terik matahari, Serma Ucok bersama sejumlah anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) menyusuri area semak belukar untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran ilegal.
?Petugas memfokuskan pemantauan pada lahan kosong rawan bakar yang kerap menjadi pemicu bencana kabut asap tahunan. Tidak sekadar memantau, tim gabungan langsung mencegat dan mengedukasi warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi agar menghentikan praktik pembersihan lahan dengan metode bakar.
?Serma Ucok menegaskan bahwa kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam memutus rantai bencana musiman ini. Dampak Karhutla terlalu mahal untuk dipertaruhkan hanya demi membuka lahan secara instan.
?"Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga dunia pendidikan akibat kabut asap yang ditimbulkan," tegas Serma Ucok di lokasi patroli, Selasa (16/6/2026).
?Melalui patroli intensif ini, TNI berharap masyarakat dapat mengubah pola pikir dan beralih ke cara-cara pembukaan lahan yang ramah lingkungan. Kehadiran petugas di lapangan menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang berniat melakukan pembakaran secara sengaja.
?Hingga patroli berakhir pada siang hari, tim gabungan tidak menemukan adanya titik api (hotspot) maupun aktivitas pembakaran di wilayah Okura. Kendati demikian, kesiapsiagaan personel TNI dan MPA tetap berada pada level tertinggi guna mengantisipasi lonjakan suhu ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.
Editor :Pendam XIX