Muspika Senayang Matangkan Pelaksanaan Mandi Syafar,Danramil 06/Senayang : Lestarikan Kearifan Lokal
*Muspika Senayang Matangkan Pelaksanaan Mandi Syafar, Danramil 06/Senayang : Lestarikan Kearifan Lokal Demi Persatuan Dan Kesatuan Bangsa*
*Muspika Senayang Matangkan Pelaksanaan Mandi Syafar, Danramil 06/Senayang : Lestarikan Kearifan Lokal Demi Persatuan Dan Kesatuan Bangsa*
Dalam upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, Pemerintah Kecamatan Senayang menggelar rapat membahas rencana pelaksanaan tradisi Mandi Syafar, yang merupakan salah satu warisan budaya Melayu di Provinsi Kepulauan Riau. Rapat dipimpin langsung oleh Camat Senayang dan dihadiri unsur Muspika Senayang, unsur Kelurahan Senayang, serta para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama. Melalui musyawarah tersebut disepakati bahwa kegiatan Mandi Syafar akan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 sebagai agenda budaya yang sarat makna spiritual, sosial, dan nasionalisme.
Rapat menghasilkan kesepahaman bahwa tradisi Mandi Syafar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat berupa kekayaan alam, hasil laut, serta keberkahan yang telah dinikmati masyarakat Senayang secara turun-temurun. Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat persatuan seluruh elemen masyarakat melalui pelestarian adat istiadat Melayu yang menjadi identitas budaya daerah sekaligus bagian dari kekayaan budaya nasional Indonesia.
Camat Senayang dalam arahannya menyampaikan bahwa keberadaan tradisi Mandi Syafar harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya tidak tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan bagian dari penguatan karakter bangsa serta implementasi nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika. "Melestarikan budaya berarti menjaga jati diri bangsa. Tradisi Mandi Syafar menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan kepada daerah kita," ujarnya.
Danramil 06/Senayang Kapten Kav Juli Purnomo menegaskan,bahwa Koramil 06/Senayang beserta seluruh jajaran siap mendukung penuh suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tradisi budaya yang dilaksanakan secara aman, tertib, dan penuh kebersamaan diyakini mampu memperkuat ketahanan wilayah melalui harmonisasi sosial, meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa, serta menumbuhkan semangat bela negara dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang terkandung dalam tradisi ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah kepulauan.
Pelaksanaan Mandi Syafar yang bertepatan menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan semakin menambah makna peringatan kemerdekaan dengan menghadirkan semangat persatuan, kecintaan terhadap tanah air, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Seluruh peserta rapat mengajak masyarakat Senayang untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, wujud cinta terhadap budaya bangsa, serta kontribusi nyata dalam memperkokoh persatuan, ketahanan wilayah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, penuh keberkahan, dan mendapat ridha Allah SWT.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Babinsa Koramil 06/Senayang Kodim 0315/TPI