Tim Gabungan Kerja Keras di Dua Lokasi Sekaligus — Helikopter Water Bombing Dikerahkan di Buluh Apo
BENGKALIS, RIAU – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dipimpin langsung oleh Komandan Koramil 03/Mandau Kapten Czi Suratmin terus berlanjut secara intensif di dua lokasi berbeda secara bersamaan. Operasi pemadaman memasuki hari kelima di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, sekaligus hari ketiga di Desa Buluh Apoh, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Selasa(11/8/2026)

LOKASI PERTAMA: KELURAHAN PEMATANG PUDU — HARI KELIMA
Di kawasan RT 005 RW 017, Jalan Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, titik api dan kepulan asap masih terlihat di lahan seluas perkiraan 10 hektare, berupa hutan semak belukar yang berdiri di atas tanah gambut tebal, tepatnya pada koordinat 1°9'10,579" LU / 101°2'4,587" BT.
Hingga hari kelima pelaksanaan operasi, tim gabungan telah berhasil memadamkan api di seluas 5,8 hektare, sementara 4,2 hektare sisanya masih menyisakan titik api dan asap yang belum sepenuhnya padam.
Personel Koramil 03/Mandau yang terlibat meliputi Koptu Samosir, Praka A. Manullang, Prada Saiful, dan Prada Ilham, diperkuat unsur dari Polsek Mandau (5 orang), MPA (2 orang), Manggala Agni (7 orang), BPBD Bengkalis (7 orang), serta dukungan masyarakat setempat sebanyak 3 orang. Operasi pemadaman dilakukan menggunakan 2 unit mini Strecker dan 6 gulung selang panjang.
Kendala utama yang dihadapi di lapangan antara lain karakteristik tanah gambut yang menyimpan bara api jauh di bawah permukaan sehingga sulit dipadamkan secara tuntas, cuaca panas terik, serta arah angin yang kencang dan kerap berubah-ubah. Jarak lokasi dari Koramil sekitar 40 kilometer, meskipun sumber air tersedia cukup dekat dan membantu proses penyiraman. Penyebab pasti kebakaran serta status kepemilikan lahan masih dalam tahap penyelidikan pihak Polsek Mandau.

LOKASI KEDUA: DESA BULUH APOH — HARI KETIGA
Secara bersamaan, di Desa Buluh Apoh, Kecamatan Pinggir, upaya pemadaman telah memasuki hari ketiga di lokasi RT 01 RW 06, Jalan Tanpa Nama, pada koordinat 1°09'50,149" LU / 101°7'22,428" BT. Kebakaran juga melanda kawasan hutan semak belukar di atas tanah gambut tebal dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 10 hektare.
Dari total luas tersebut, baru sekitar 3 hektare yang berhasil dipadamkan, sedangkan 7 hektare lainnya masih menyala aktif dan terus diawasi. Mengingat kondisi yang masih kritis dan luasnya area yang terbakar, operasi pemadaman diperkuat secara signifikan dengan mengerahkan 4 unit mini Strecker, 25 gulung selang panjang, serta 1 unit Helikopter Water Bombing untuk melakukan pengeboman air dari udara guna menekan penyebaran api dan mendinginkan area yang terbakar.
Personel Koramil 03/Mandau yang bertugas di lokasi ini adalah Serda Paino dan Koptu Ade, didukung kekuatan gabungan dari Polsek Pinggir (10 orang), MPA (4 orang), Manggala Agni (7 orang), dan BPBD Bengkalis (7 orang). Hambatan yang dihadapi relatif sama dengan lokasi lain: sifat tanah gambut yang menyulitkan pemadaman menyeluruh, cuaca panas, arah angin yang tidak menentu, serta jarak tempuh sekitar 40 km dari markas satuan. Penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan juga masih dalam pemeriksaan pihak Polsek Pinggir. (Mil 03)
Editor :Tim Sigapnews
Source : Koramil 03 Mandau