Babinsa Koramil 07/Reteh Laksanakan Pendinginan Karhutla 2 Hektare di Parit Cagak
Peltu Nofiandi melaksanakan kegiatan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 0314/Inhil pada hari Kamis tanggal 10 September 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada satu titik karhutla yang berada di Parit Cagak, Kelurahan Metro, Kecam
RETEH - Babinsa Koramil 07/Reteh, Peltu Nofiandi melaksanakan kegiatan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 0314/Inhil pada hari Kamis tanggal 10 September 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada satu titik karhutla yang berada di Parit Cagak, Kelurahan Metro, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir yang merupakan hari keempat penanganan di lokasi tersebut. Lokasi kebakaran berada pada koordinat 0,7458"S 103,2151"E dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer dari Makoramil 07/Reteh.
Kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2 hektare dengan jenis lahan berupa tanah gambut yang ditumbuhi semak belukar dan tanaman sawit baru tanam. Lahan tersebut diketahui milik Amat, warga suku Jawa berusia 53 tahun beragama Islam yang beralamat di Parit Cegat Kelurahan Metro. Hingga saat ini penyebab dan sumber api masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Reteh. Dari progres di lapangan, luas lahan terbakar 2 hektare tersebut telah berhasil dipadamkan 100 persen dengan titik api yang dinyatakan padam total dan saat ini tim memasuki tahap pendinginan titik asap sisa kebakaran.
Untuk memastikan pendinginan berjalan maksimal, sebanyak 25 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari 2 orang TNI, 5 orang Polri, 1 orang dari unsur Angkatan Laut, 1 orang Damkar, 2 orang Satpol PP, 2 orang staf Kelurahan dan 12 orang masyarakat setempat. Tim gabungan ini dilengkapi dengan alat perlengkapan berupa satu unit mesin Robin, enam roll selang, empat unit handsprayer, lima buah cangkul dan sepuluh buah parang. Selain melakukan penyiraman dan pendinginan, tim juga membuat pembatas atau sekat bakar untuk mencegah meluasnya sisa bara api.
Tantangan di lapangan cukup berat karena kondisi tanah gambut yang mudah menyimpan bara, cuaca panas yang menyengat serta arah angin kencang yang berubah-ubah sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra dari tim.
Peltu Nofiandi menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan lahan benar-benar dingin. "Meskipun api sudah padam 100 persen, kami tetap melakukan pendinginan menyeluruh karena bara di dalam gambut bisa menyala kembali jika tidak ditangani tuntas," jelasnya.
Sementara itu perwakilan tim gabungan menambahkan bahwa kebersamaan menjadi faktor utama keberhasilan. "Kami bersama masyarakat terus bersinergi membuat pembatas dan menyisir setiap titik asap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Parit Cagak ini," tutupnya.
Dengan tuntasnya pendinginan 100 persen di Parit Cagak tersebut, diharapkan situasi kamtibmas tetap kondusif dan masyarakat semakin peduli untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Editor :Tim Sigapnews
Source : Pen Koramil 07/Reteh Dim 0314/Inhil