Melalui Komsos, Babinsa Cinta Raja Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial Masyarakat
Babinsa Kelurahan Cinta Raja Koramil 05/Sail Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu Luqman, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan jamaah masjid di Kelurahan Cinta Raja, Minggu (14/6/2026).
Pekanbaru - Dalam upaya mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat serta meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Cinta Raja Koramil 05/Sail Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu Luqman, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan jamaah masjid di Kelurahan Cinta Raja, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi forum musyawarah antara pengurus masjid dan jamaah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja yang telah berjalan sekaligus menyusun berbagai agenda kegiatan masjid ke depan. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada aspek administrasi serta keamanan lingkungan masjid guna menciptakan kenyamanan bagi seluruh jamaah dalam beribadah.
Sertu Luqman menjelaskan bahwa pelaksanaan komunikasi sosial ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, masjid merupakan salah satu tempat yang sangat efektif untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap berbagai informasi dan aspirasi warga.
“Maksud dan tujuan digelarnya komsos ini semata-mata untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara masyarakat dengan TNI. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, berbagai keluh kesah masyarakat dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang ada. Babinsa sebagai mata dan telinga satuan di wilayah binaan harus senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Sertu Luqman.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, budaya musyawarah merupakan warisan luhur bangsa Indonesia yang harus terus dipertahankan sebagai sarana mencari solusi terbaik demi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Adapun dalam forum tersebut, para pengurus DKM membahas beberapa bidang utama pengelolaan masjid. Pada bidang Idarah, pembahasan difokuskan pada administrasi, manajemen, dan kesekretariatan masjid agar tertata dengan baik dan transparan. Sementara pada bidang Imarah, dibicarakan berbagai program ibadah, kegiatan dakwah, pendidikan agama, hingga peringatan hari besar Islam yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Sedangkan pada bidang Ri’ayah, perhatian diarahkan pada pengelolaan dana umat, pemeliharaan sarana dan prasarana masjid, kebersihan lingkungan, serta peningkatan sistem keamanan guna memberikan rasa nyaman kepada seluruh jamaah yang datang untuk beribadah.
Sertu Luqman menambahkan bahwa waktu pelaksanaan komsos setelah salat berjamaah dinilai sangat efektif, mengingat mayoritas warga berkumpul di masjid untuk melaksanakan ibadah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi sekaligus menjaring berbagai informasi terkait kondisi sosial di lingkungan masyarakat.
“Saat menunaikan ibadah salat, aktivitas warga mayoritas berada di masjid. Oleh karena itu, kami memandang sangat tepat apabila komunikasi sosial dilakukan usai pelaksanaan ibadah. Dengan komunikasi yang baik bersama warga binaan, kami dapat menyerap informasi mengenai perkembangan situasi dan kondisi wilayah binaan secara langsung,” tambahnya.
Melalui kegiatan seperti ini diharapkan terjalin sinergitas yang semakin kuat antara TNI, pengurus masjid, dan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan, memperkokoh persatuan, serta mendukung berbagai kegiatan positif yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Editor :Pendam XIX