Swasembada Jagung Digenjot, Babinsa dan Polsek Rumbai Kawal Panen Jagung di Okura
Salah satunya terlihat dalam kegiatan Panen Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 dalam rangka mendukung program Swasembada Jagung Polsek Rumbai.
Pekanbaru – Upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan terus digencarkan melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, kelompok tani, dan masyarakat. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Panen Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 dalam rangka mendukung program Swasembada Jagung Polsek Rumbai.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, bertempat di lahan milik masyarakat atas nama Firman, Jalan Padat Karya RT 02/RW 01, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Tebing Tinggi Okura Koramil 04/Lph Kodim 0301/Pekanbaru, Serma Ucok A Hsb, turut memonitor kegiatan Danramil 04/Lph yang diwakili Danposramil 04/Lph, Peltu Aswardi.
Kegiatan panen turut dihadiri Kapolsek Rumbai AKP Budi Rahmadi, S.H., Camat Rumbai Timur Syamsudin, S.Sos., M.M., Kanit Binmas Polsek Rumbai AKP S. Simanjuntak, para Bhabinkamtibmas beserta personel Polsek Rumbai, tokoh masyarakat, serta Kelompok Tani Sejahtera yang dipimpin Jumanto bersama para anggotanya.
Panen jagung tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan lahan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas sektor pertanian di wilayah Rumbai Timur.
Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Rumbai bersama para undangan melakukan panen jagung secara simbolis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama dalam menyukseskan program swasembada jagung.
Adapun lahan jagung yang dipanen memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi. Dari lahan tersebut, produksi jagung yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 3 ton. Sementara harga jagung berada di kisaran Rp6.300 per kilogram.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian di wilayah Kelurahan Tebing Tinggi Okura memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Dengan pendampingan dan sinergi berbagai pihak, kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Kehadiran Babinsa dan jajaran TNI dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Pendampingan terhadap masyarakat dan kelompok tani diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta koordinasi dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayah binaan.
Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan, kelompok tani, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program swasembada pangan. Tidak hanya sebatas kegiatan panen, tetapi juga mendorong agar lahan produktif terus dimanfaatkan dan hasil pertanian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 04 Limapuluh