Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa dan MPA Patroli di Industri Tenayan
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serka Susanto, bersama dua personel Masyarakat Peduli Api (MPA), melalui patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya
Pekanbaru – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak boleh menunggu hingga api membesar. Upaya pencegahan sejak dini terus dilakukan jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, dengan memperkuat patroli sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Langkah preventif tersebut dilakukan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serka Susanto, bersama dua personel Masyarakat Peduli Api (MPA), melalui patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (4/9/2026).
Patroli menyasar kawasan Jalan 45, Kelurahan Industri Tenayan, yang dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi munculnya titik api maupun asap. Dalam kegiatan tersebut, personel juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan kerawanan Karhutla.
Dengan menggunakan satu unit sepeda motor, tim menyusuri kawasan yang menjadi sasaran patroli sambil memantau kondisi lingkungan. Selain memastikan situasi tetap aman, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda munculnya api atau asap. Dengan kepedulian bersama, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi wilayah yang menjadi sasaran patroli terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap selama kegiatan berlangsung.
Patroli tersebut dilaksanakan pada titik koordinat 0.551827° Lintang dan 101.521318° Bujur, dengan melibatkan satu personel TNI dan dua personel MPA. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pencegahan Karhutla berbasis masyarakat.
Keberadaan Babinsa bersama MPA di tengah lingkungan warga juga menjadi pengingat bahwa menjaga wilayah dari ancaman Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan tindakan setelah kebakaran terjadi. Pencegahan, kewaspadaan dan kepedulian sejak awal justru menjadi langkah yang paling penting.
Sebab, kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, pencemaran udara, gangguan kesehatan hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
Karena itu, patroli dan sosialisasi akan terus dikedepankan sebagai bagian dari kesiapsiagaan. Pesannya sederhana namun tegas, jangan menunggu asap mengepul dan api membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum percikan berubah menjadi bencana.
Selama kegiatan berlangsung, patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama antara TNI dan masyarakat untuk menjaga wilayah Tenayan Raya tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya