Dandim Bengkalis Tegaskan Koramil Model sebagai Garda Penguatan Profesionalisme Prajurit Teritorial
BENGKALIS – Komandan Kodim (Dandim) 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos., M.IP., membuka secara langsung kegiatan Pendayagunaan Koramil Model Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Aula Koramil 03/Mandau, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Pendayagunaan Koramil Model Kita Tingkatkan TNI Angkatan Darat yang Prima, Profesional, Modern dan Adaptif Siap Mendukung Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Maju.”

Kegiatan Pendayagunaan Koramil Model merupakan bagian dari pembinaan kemampuan aparat komando kewilayahan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas pembinaan teritorial di tengah masyarakat. Koramil Model juga menjadi sarana pembelajaran dan penyegaran kemampuan bagi aparat kewilayahan agar mampu menghadapi dinamika serta tantangan tugas yang semakin kompleks.

Dalam arahannya, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno menegaskan bahwa seorang aparat kewilayahan dituntut tidak hanya memahami tugas secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara tepat di lapangan.
Menurutnya, Babinsa merupakan ujung tombak satuan kewilayahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kemampuan komunikasi sosial, penguasaan wilayah, deteksi dini, pembinaan ketahanan wilayah serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah harus terus ditingkatkan.
“Koramil Model ini jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan pembekalan, tetapi harus menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit. Apa yang diterima selama kegiatan harus benar-benar dipahami dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas di wilayah,” tegas Dandim.

Letkol Inf Haris juga menekankan pentingnya sikap adaptif bagi setiap prajurit. Perkembangan situasi di tengah masyarakat yang semakin dinamis menuntut aparat teritorial mampu membaca kondisi wilayah, membangun komunikasi yang baik serta hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Prajurit teritorial harus mampu menjadi solusi. Kuasai wilayah, kenali masyarakat, bangun komunikasi dan lakukan pembinaan secara humanis. Kehadiran Babinsa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, disiplin dan penuh tanggung jawab. Setiap materi yang diberikan hendaknya diserap dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial.
“Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Serap semua ilmu dan pengalaman yang diberikan, kemudian aplikasikan di wilayah masing-masing. Jadikan Koramil Model sebagai tempat untuk meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme sebagai prajurit TNI AD,” pesan Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan teritorial tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu prajurit, tetapi juga oleh kemampuan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda serta seluruh komponen masyarakat.
Melalui kegiatan Pendayagunaan Koramil Model TA 2026 ini, diharapkan terbentuk aparat kewilayahan yang semakin prima, profesional, modern dan adaptif, memiliki kemampuan teritorial yang mumpuni serta mampu melaksanakan tugas secara optimal dalam mendukung terciptanya keamanan, ketahanan wilayah dan percepatan pembangunan nasional menuju Indonesia maju.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh personel yang menjadi peserta Pendayagunaan Koramil Model TA 2026. Kegiatan selanjutnya diisi dengan berbagai pembekalan dan materi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas aparat komando kewilayahan.
Pendayagunaan Koramil Model bukan sekadar pembekalan, tetapi menjadi bagian penting dalam menyiapkan prajurit teritorial yang profesional, adaptif dan mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat.(Pendim0303Bkls)
Editor :Tim Sigapnews