Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Tebing Tinggi Okura
Babinsa Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Serma Ucok Armadansyah Hsb, Koramil 04/Lph Kodim 0301/Pekanbaru, bersama unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan.
Pekanbaru — Kepulan asap yang muncul dari kawasan lahan di Jalan Hamka RT 01/RW 01, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, Senin (24/8/2026), langsung mendapat perhatian aparat kewilayahan dan tim gabungan.
Satu titik api yang terdeteksi di kawasan tersebut memicu langkah cepat untuk mencegah kebakaran meluas. Babinsa Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Serma Ucok Armadansyah Hsb, Koramil 04/Lph Kodim 0301/Pekanbaru, bersama unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan satu titik api dan satu titik asap. Meski hasil pemantauan hotspot tercatat nihil, kondisi lahan yang sebagian merupakan gambut membuat penanganan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.
Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 50 x 100 meter.
Sebanyak 15 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari satu personel TNI, satu personel Polri, dua personel kelurahan, tujuh personel BPBD, serta empat personel Masyarakat Peduli Api (MPA).
Dengan peralatan yang tersedia, tim langsung melakukan penyemprotan ke titik-titik yang terbakar. Satu unit mobil BPBD, satu unit mesin Mini Striker, lima gulung selang berukuran 1,5 inci dan dua buah nozel digunakan untuk mempercepat proses pemadaman.
Bagi petugas di lapangan, memadamkan api bukan sekadar menghentikan kobaran. Setelah api berhasil dikendalikan, mereka masih harus memastikan lahan benar-benar aman dari bara yang bersembunyi di balik permukaan tanah.
Karena itu, proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh pada area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber panas yang tersisa dan dapat kembali memicu kebakaran.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan area kaplingan milik almarhum Bapak Mahfud. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian.
Kehadiran Babinsa bersama unsur gabungan di lokasi menjadi bagian dari upaya respons cepat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Selain membantu penanganan, petugas juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran.
Kolaborasi TNI, Polri, pemerintah kelurahan, BPBD dan MPA menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja bersama. Dengan penanganan yang cepat, diharapkan api tidak kembali muncul dan kawasan Tebing Tinggi Okura tetap aman dari ancaman kebakaran yang lebih besar.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 04 Limapuluh