Mabes TNI Turun Langsung Cegah Karhutla di Rantau Kopar
Tim Mabes TNI turun langsung ke Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (3/9/2026).
ROKAN HILIR – Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) turun langsung ke Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (3/9/2026), untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Tim melakukan penyuluhan sekaligus mengecek kondisi lapangan bersama unsur pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB di Aula Kantor Camat Rantau Kopar itu melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah kepenghuluan, instansi terkait, perusahaan serta masyarakat.
Wakil Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, mengatakan pemantauan langsung diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi Karhutla secara nyata di lapangan.
“Pengecekan dan pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan guna mengetahui kondisi serta perkembangan situasi secara nyata,” ujar Aris.
Menurut Aris, hasil pemantauan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan menentukan langkah lanjutan. Ia menyebut kegiatan itu juga menjadi bagian dari tindak lanjut perintah Presiden RI Prabowo Subianto.
Di lapangan, tim masih menemukan sejumlah tantangan, mulai dari jarak menuju lokasi kebakaran, keterbatasan kendaraan, peralatan pemadaman hingga dukungan anggaran. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kecepatan penanganan ketika kebakaran terjadi.
Camat Rantau Kopar, Nazaruddin, S.Pd., mengungkapkan keterbatasan anggaran menjadi salah satu persoalan dalam penyediaan sarana dan prasarana pemadaman. Jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh juga membuat respons awal menjadi lebih sulit.
Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), menegaskan TNI akan terus membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi bencana, termasuk Karhutla. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Alam harus dijaga dan dilestarikan, sehingga pada akhirnya alam juga akan memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan kita semua,” ujar Asrof.
Ia menjelaskan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kondisi lahan kering, aktivitas manusia, pembukaan lahan untuk pertanian hingga aktivitas industri menjadi sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian.
Untuk memperkuat deteksi dini, Tim Mabes TNI juga memanfaatkan drone dan perangkat pendeteksi panas. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu memantau wilayah yang sulit dijangkau sekaligus menemukan indikasi potensi kebakaran.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga didorong aktif melakukan patroli, memberikan edukasi serta melaporkan perkembangan kondisi wilayah. Danramil dan Kapolsek diminta memastikan informasi dari lapangan dapat diterima secara cepat.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Karhutla dan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. Sinergi TNI-Polri, pemerintah, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga diharapkan mampu mempercepat pencegahan serta respons ketika titik api muncul.
Editor :Yefrizal