Gotong Royong Warga Tangkerang Timur Tutup Lokasi Sampah Liar, Babinsa Ajak Jaga Kebersihan Bersama
Babinsa Kelurahan Tangkerang Timur, Peltu Afrianto dari Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, bersama anggota LPS, RT, RW dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan lingkungan.
Pekanbaru – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Melalui semangat gotong royong, warga bersama aparat kewilayahan turun langsung membenahi lingkungan sekaligus mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Kegiatan gotong royong (Goro) tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) di kawasan Jalan Anggrek dan Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Tangkerang Timur. Babinsa Kelurahan Tangkerang Timur, Peltu Afrianto dari Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, bersama anggota LPS, RT, RW dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan lingkungan.
Tidak hanya mengangkut dan membersihkan sampah, warga juga memberikan perhatian khusus terhadap salah satu lokasi yang selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Lokasi tersebut dibersihkan dan kemudian ditutup sebagai langkah bersama untuk menghentikan kebiasaan yang dapat mengganggu kebersihan serta kenyamanan lingkungan.
Sebagai bentuk penegasan, peserta Goro turut memasang spanduk berisi larangan dan imbauan agar masyarakat tidak kembali membuang sampah di lokasi tersebut.
Ketua LPS Saharudin, Babinsa Tangkerang Timur Peltu Afrianto, Sekretaris LPM, Ketua RW 05 Sudirman, Bendahara LPS Vita, serta warga RT 01/RW 05 turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kebersamaan berbagai unsur ini menjadi gambaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan pekerjaan satu pihak.
Ketika aparat kewilayahan, lembaga masyarakat dan warga bergerak bersama, persoalan lingkungan dapat ditangani mulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Bagi Babinsa, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari komunikasi sosial dengan warga. Kehadiran Peltu Afrianto di tengah masyarakat tidak hanya untuk membantu membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar kebersihan dapat terus dijaga setelah kegiatan gotong royong selesai.
Lingkungan yang bersih, pada akhirnya, tidak hanya tercipta dari kegiatan sesaat. Dibutuhkan kepedulian dan kebiasaan baik yang dilakukan secara bersama-sama.
Dari Jalan Anggrek, pesan sederhana itu kembali ditegaskan: lingkungan bersih berawal dari kepedulian, sementara perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama melalui gotong royong.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya