Tiga Hari Berjibaku, Serka Anton Harianja Pastikan Bara Karhutla Tak Kembali Membesar
KEPULAUAN MERANTI — Karhutla di lahan gambut Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, memasuki hari ketiga. Di tengah kondisi lahan yang kering dan angin yang terus berubah arah, personel gabungan kembali bergerak memastikan bara dan titik asap tidak kembali menjadi api.
Dipimpin Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, Serka Anton Harianja, sebanyak empat personel TNI bersama unsur Polri, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan pendinginan di lokasi Karhutla, Rabu (17/9/2026).
Pendinginan difokuskan pada lahan semak belukar di Dusun Tunas Muda, RT 02/RW 01, Desa Tanah Merah. Area yang terdampak diperkirakan mencapai ±0,5 hektare dan merupakan lahan gambut yang mudah menyimpan bara di bawah permukaan.
Serka Anton Harianja bersama tim tidak hanya menyiram permukaan lahan, tetapi menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan bara benar-benar padam.
“Hari ketiga bukan berarti penanganan selesai. Justru titik asap harus dipastikan benar-benar dingin, karena lahan gambut dapat menyimpan bara di bawah permukaan. Angin yang berubah-ubah juga harus kita antisipasi agar tidak terjadi penyalaan kembali,” tegas Serka Anton Harianja.
Medan dan kondisi alam menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Cuaca cerah disertai angin yang berubah arah, kondisi gambut yang kering, serta sumber air yang cukup jauh membuat proses pendinginan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Bahkan, tim harus menyesuaikan ketersediaan sumber air dengan kondisi air laut yang masih menunggu pasang. Jarak lokasi dari Koramil 02/Tebing Tinggi juga mencapai sekitar 50 kilometer.
Untuk mempercepat proses pendinginan, tim mengerahkan 3 unit mesin Mini Strike, 30 rol selang dan 3 nozzle. Sebanyak 22 personel gabungan terlibat, terdiri dari 4 personel TNI, 6 personel Polri, 8 personel BPBD dan 4 personel MPA.
Gerak cepat personel gabungan menjadi langkah penting untuk menahan potensi munculnya kembali api, khususnya di kawasan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dengan lahan biasa.
Hingga kegiatan berlangsung, pendinginan titik asap terus dilakukan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Rangsang, sementara pemilik lahan masih dalam proses pencarian.
Di bawah kepemimpinan Serka Anton Harianja, setiap titik asap menjadi perhatian. Bara yang tersisa tidak diberi ruang untuk kembali membesar dan mengancam kawasan di sekitarnya.
Editor :Tim Sigapnews