Tim Mabes TNI Tinjau Embung dan Wilayah Terdampak Karhutla di Gemala Sari
MERANTI – Tim Penyuluhan Mabes TNI terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, Tim Mabes TNI meninjau kondisi embung sekaligus melihat langsung wilayah yang terdampak Karhutla di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL) bersama Mayor CKM Subekan dan Mayor CKM Suryadi, S.K.M.
Tim didampingi personel Kodim 0303/Bengkalis dan Koramil 02/Tebing Tinggi, yakni Kapten Arh E.H. Nasution, S.Sos., Serda Dedi H., Kopka Masran dan Praka James Gulo.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Mabes TNI melaksanakan peninjauan langsung terhadap embung di Desa Gemala Sari. Keberadaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan penanganan Karhutla, khususnya ketika terjadi kebakaran di wilayah yang memiliki potensi kerawanan.
Selain itu, Tim Mabes TNI meninjau sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak Karhutla. Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi wilayah secara langsung sekaligus memperoleh gambaran mengenai situasi pascakebakaran dan kebutuhan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesiapan sejak sebelum api muncul. Ketersediaan sumber air, kesiapan personel, sarana pemadaman serta pemantauan wilayah harus terus diperhatikan.
“Kita harus melihat kesiapan di lapangan secara langsung. Sumber air harus diketahui dan dapat dimanfaatkan, wilayah yang pernah terbakar juga harus menjadi perhatian. Jangan menunggu api muncul baru kita bergerak,” tegas Laksma TNI dr. Imam Hidayat.
Ia menambahkan, wilayah yang pernah terdampak Karhutla harus tetap mendapat perhatian karena potensi munculnya kembali kebakaran perlu diantisipasi bersama.
“Karhutla bisa terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, kesiapsiagaan harus dilakukan setiap saat. Semua unsur harus mengetahui kondisi wilayahnya, sumber air yang tersedia dan bagaimana langkah cepat yang dilakukan apabila ditemukan titik api,” ujarnya.
Tim Mabes TNI juga menekankan pentingnya sinergi antara unsur TNI, pemerintah daerah, masyarakat, perusahaan serta seluruh komponen terkait dalam mencegah dan menangani Karhutla.
Kehadiran Tim Mabes TNI di Desa Gemala Sari menjadi bagian dari kegiatan penyuluhan sekaligus pengecekan langsung kondisi lapangan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kepulauan Meranti.
Editor :Tim Sigapnews