Gerak Cepat Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di Lahan Gambut Tenayan Raya
Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD dan petugas keamanan. Sebanyak 15 personel dikerahkan, terdiri dari dua personel TNI, dua personel Polri, 10 personel BPBD, serta petugas security di lokasi.
Pekanbaru - Kepulan asap kembali terlihat di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Tim Patroli Koramil 07 Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan di kawasan Jalan Gajah Mada RT 04/RW 17, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan luas sekitar satu hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena karakteristik lahan gambut memungkinkan api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar ke lapisan organik di bawah tanah.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan titik api dan kepulan asap. Meski hasil pemantauan menunjukkan hotspot nihil, kondisi tersebut tetap membutuhkan penanganan segera. Tim gabungan langsung melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di dalam tanah benar-benar padam dan tidak kembali menimbulkan api.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD dan petugas keamanan. Sebanyak 15 personel dikerahkan, terdiri dari dua personel TNI, dua personel Polri, 10 personel BPBD, serta petugas security di lokasi.
Sejumlah peralatan turut digunakan untuk mempercepat proses pemadaman, di antaranya satu unit mobil pemadam BPBD, satu unit mesin ministrike, sembilan selang, satu nozzle, seperangkat peralatan tangan dan satu unit konektor.
Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dikendalikan dan proses pendinginan dilakukan di area yang terbakar sekitar satu hektare. Langkah pendinginan menjadi bagian penting, khususnya pada lahan gambut, karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah sudah terlihat padam.
Lokasi kebakaran berada pada koordinat sekitar N 0°33'23.034" dan E 101°31'12.054".
Berdasarkan keterangan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan tanah milik Pemerintah Kota Pekanbaru.
Hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang memicu terjadinya kebakaran tersebut.
Bagi petugas di lapangan, penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api. Memastikan tidak ada bara yang tersisa juga menjadi pekerjaan penting agar api tidak kembali muncul dan meluas ke kawasan sekitar.
Karakteristik lahan gambut membuat pengawasan setelah api padam tetap diperlukan. Asap yang terlihat kecil sekalipun tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya bara yang masih menyala di bawah permukaan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan. Pencegahan kebakaran lahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan peran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api.
Sinergi TNI, Polri, BPBD, petugas keamanan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Kecepatan menerima informasi, bergerak ke lokasi, menyiapkan peralatan, hingga melakukan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Dengan respons cepat tim gabungan, lahan sekitar satu hektare yang terbakar berhasil ditangani. Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara maupun asap yang kembali muncul, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya