Cegah Karhutla, Babinsa Sukajadi Bersama Ketua RT Sisir Lahan di Tuah Karya
Babinsa bersama Ketua RT menyusuri kawasan lahan sambil memantau kondisi lingkungan dan memastikan tidak ditemukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api
Pekanbaru - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di tengah kondisi cuaca panas yang melanda Kota Pekanbaru. Untuk mencegah munculnya titik api susulan, Babinsa Koramil 06/Sukajadi Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Sukiran turun langsung melakukan pengecekan lahan bersama Ketua RT 03 RW 05 Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Sabtu (29/8/2026).
Pengecekan dilakukan di sejumlah area yang dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran. Babinsa bersama Ketua RT menyusuri kawasan lahan sambil memantau kondisi lingkungan dan memastikan tidak ditemukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini, mengingat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerugian terhadap lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Kabut asap akibat karhutla sebelumnya telah mengganggu aktivitas warga. Bahkan, kondisi tersebut turut berdampak terhadap kegiatan pendidikan dan aktivitas anak-anak.
Serda Sukiran mengatakan, pencegahan harus dilakukan bersama-sama dan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan lahan, diminta meningkatkan kepedulian dan segera memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
Selain melakukan pemantauan lahan, Serda Sukiran juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
"Paling penting masyarakat tetap menjaga kesehatan, terutama anak-anak dan lansia. Kalau tidak ada keperluan yang penting, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar,” katanya.
Ia berharap kondisi udara di Pekanbaru segera membaik seiring dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Riau.
“Semoga dengan ikhtiar kita semua, kualitas udara segera membaik dan karhutla yang terjadi di Riau segera berakhir,” tutupnya.
Ketua RT 03 RW 05 Kelurahan Tuah Karya mengapresiasi langkah Babinsa yang turun langsung melakukan pengecekan bersama perangkat lingkungan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi lingkungan sehari-hari.
“Kami sangat mendukung kegiatan pengecekan lahan seperti ini. Karhutla dampaknya sangat besar bagi masyarakat. Bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi asapnya juga mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Karena itu, kami akan terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran,” ujarnya.
Ia menambahkan masyarakat juga diharapkan tidak tinggal diam apabila melihat adanya asap, api atau aktivitas pembakaran di sekitar lingkungan.
“Kalau ada tanda-tanda kebakaran, secepatnya harus dilaporkan. Jangan menunggu api membesar karena kalau sudah terlambat, dampaknya akan semakin luas dan masyarakat sendiri yang merasakan akibatnya,” katanya.
Terpisah, Danramil 06/Sukajadi Kapten Inf Tayung, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan jajaran Koramil terus meningkatkan pemantauan wilayah sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya karhutla susulan.
Menurutnya, kondisi cuaca panas dan kering menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan lahan terbuka yang memiliki semak dan vegetasi kering.
“Babinsa terus kami arahkan untuk aktif melakukan patroli dan pengecekan di wilayah binaan. Namun, pencegahan karhutla tidak akan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan RT, RW dan seluruh komponen masyarakat terus diperkuat,” ujar Kapten Tayung.
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, tindakan tersebut juga dapat memperburuk kondisi udara dan mengganggu kehidupan masyarakat secara luas.
“Dampak karhutla sudah kita rasakan bersama. Asap mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Jangan sampai karena kelalaian atau tindakan segelintir orang, seluruh masyarakat harus menanggung akibatnya,” tegasnya.
Kapten Tayung juga mengajak masyarakat untuk ikut menjadi mata dan telinga dalam upaya pencegahan karhutla. Warga diminta segera melapor kepada aparat atau pihak terkait apabila menemukan asap maupun titik api di sekitar lingkungan.
Melalui pengecekan langsung bersama Ketua RT, Babinsa Koramil 06/Sukajadi terus membangun kepedulian masyarakat terhadap bahaya karhutla.
Pencegahan sejak dini diharapkan dapat menekan risiko munculnya kebakaran susulan serta menjaga lingkungan dan kesehatan warga dari dampak kabut asap.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 06 Sukajadi