Babinsa dan Zidam Cek Tiga Titik Sumur Bor dengan Geolistrik di Tenayan Raya
Dari hasil pengukuran, tiga titik yang diperiksa menunjukkan kedalaman berbeda. Titik pertama diperkirakan mencapai sekitar 70 meter, titik kedua sekitar 70 meter, sedangkan titik ketiga sekitar 50 meter.
Pekanbaru – Upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menyiapkan sumber air alternatif di wilayah Kecamatan Tenayan Raya terus dilakukan. Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto bersama Praka Dio Gones dan Kapten Czi Andang Kosara melaksanakan pengecekan tiga titik rencana sumur bor menggunakan alat geolistrik, Kamis (27/8/2026).
Pengecekan berlangsung di kawasan Jalan 45/Gajah Mada RT 04/RW 02, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Penggunaan metode geolistrik dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan tanah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan titik pengeboran yang dinilai sesuai.
Dari hasil pengukuran, tiga titik yang diperiksa menunjukkan kedalaman berbeda. Titik pertama diperkirakan mencapai sekitar 70 meter, titik kedua sekitar 70 meter, sedangkan titik ketiga sekitar 50 meter.
Data tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan teknis untuk pelaksanaan pengeboran. Pemeriksaan geolistrik menjadi tahapan awal agar proses pengeboran dapat dilakukan secara lebih terarah dan berdasarkan kondisi bawah permukaan yang telah diperiksa.
Kegiatan ini melibatkan personel Zidam bersama anggota Koramil 07/Tenayan Raya. Sebanyak empat personel Zidam dan dua personel Koramil 07/Tenayan Raya turut dilibatkan dalam proses pengecekan serta persiapan di lokasi.
Selain melakukan pemeriksaan teknis, personel juga memantau kondisi lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap. Situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif dari indikasi kebakaran lahan.
Pengecekan sumber air tanah tersebut memiliki arti penting dalam mendukung kesiapsiagaan wilayah. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat menjadi salah satu sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu, khususnya ketika ketersediaan sumber air konvensional mengalami keterbatasan.
Penggunaan geolistrik sebelum pengeboran juga menjadi langkah untuk meminimalkan kesalahan dalam menentukan titik pengeboran. Dengan data awal yang diperoleh di lapangan, pekerjaan selanjutnya diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal.
Bagi wilayah Tenayan Raya, ketersediaan sumber air alternatif tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dukungan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat maupun situasi yang membutuhkan ketersediaan air.
Seluruh rangkaian pengecekan tiga titik sumur bor berlangsung tertib, aman dan lancar. Hasil pengukuran selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan tahapan pekerjaan berikutnya, termasuk pelaksanaan pengeboran yang direncanakan pada Kamis (27/8/2026).
Keterlibatan unsur Koramil 07/Tenayan Raya dan Zidam menunjukkan pentingnya sinergi dalam mendukung pembangunan serta kesiapsiagaan di wilayah.
Langkah tersebut menjadi bentuk upaya antisipatif, dengan menyiapkan sarana pendukung sebelum menghadapi kondisi yang membutuhkan sumber air tambahan.
Masyarakat di sekitar lokasi juga diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pekerjaan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Dari tiga titik yang telah diperiksa menggunakan geolistrik, diharapkan pengeboran nantinya dapat menemukan sumber air tanah yang mampu memberikan manfaat bagi wilayah dan masyarakat secara optimal.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya