Babinsa dan Warga Perkuat Pengawasan Pascakebakaran di Kawasan Rawan Karhutla
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu (26/8/2026).
Pekanbaru – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Memastikan kawasan bekas terbakar tetap aman menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Hal tersebut dilakukan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu (26/8/2026).
Dengan menyusuri sejumlah kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran, Babinsa dan warga melakukan patroli serta pemantauan kondisi lahan secara langsung. Lokasi yang dipantau meliputi lahan milik Pemerintah Kota Pekanbaru serta lahan milik warga atas nama Pak Azar, dengan luasan terdampak masing-masing diperkirakan sekitar 5 hektare dan 2 hektare.
Patroli dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa, kepulan asap, maupun aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Pengawasan secara berkelanjutan dinilai penting karena lahan yang pernah terbakar masih memiliki potensi menyimpan bara, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas.
“Yang kita lakukan bukan hanya melihat ada atau tidaknya api, tetapi memastikan kondisi lahan benar-benar aman. Setelah kebakaran, kita harus tetap waspada agar api tidak kembali muncul,” ujar Sertu S. Hermanto saat melakukan pemantauan bersama warga.
Selain melakukan pengecekan, Babinsa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun kesadaran masyarakat. Warga diingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda api atau asap.
Patroli menyasar sejumlah titik, di antaranya Jalan Tenayan Jaya Ujung dan kawasan Jalan 45/Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan. Dalam pemantauan tersebut, kondisi lapangan terpantau aman dengan hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil.
Kondisi tersebut menjadi kabar baik sekaligus pengingat bahwa kewaspadaan harus terus dipertahankan. Patroli kali ini melibatkan satu personel TNI dan satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA), dengan menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas di lapangan.
Kehadiran MPA bersama Babinsa menunjukkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan menjadi mata dan telinga yang dapat membantu mendeteksi lebih cepat apabila muncul potensi kebakaran.
“Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Peran masyarakat sangat penting. Kalau ada asap atau api sekecil apa pun, segera laporkan sehingga bisa ditangani sebelum meluas,” pesannya.
Adapun salah satu titik pemantauan tercatat pada koordinat Latitude 0.555828° dan Longitude 101.572742°, yang menjadi bagian dari data pemantauan kawasan dengan riwayat kebakaran.
Langkah sederhana seperti patroli, menyusuri lahan dan berbincang langsung dengan warga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, karhutla bukan hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Melalui patroli rutin dan keterlibatan masyarakat, jajaran Koramil 07/Tenayan Raya terus mendorong agar kondisi aman di kawasan tersebut dapat dipertahankan.
Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh padam. Dengan kepedulian bersama, potensi karhutla dapat dicegah sejak dini demi lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Pekanbaru.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya