Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Hadir di Salat Istisqa, Warga Rejosari Berdoa Memohon Hujan
Salat Istisqa dipimpin Imam Masjid Nurul Ibadah, Ustaz Yurisman, SE.
Pekanbaru – Kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat menjadi momentum bagi warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di tengah kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan, masyarakat bersama unsur pemerintahan, TNI dan Polri melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan di lapangan Masjid Nurul Ibadah, Jalan Indrapuri, RT 03/RW 16, Kelurahan Rejosari, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dimonitor Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serda Yusup Gunawan. Sementara Komandan Koramil 07/Tenayan Raya diwakili Pelda Umar Yahya.
Sejak pagi, warga dari lingkungan sekitar Masjid Nurul Ibadah berdatangan untuk mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat, dengan seluruh jamaah memanjatkan harapan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan serta memberikan perlindungan dari dampak kekeringan.
Salat Istisqa dipimpin Imam Masjid Nurul Ibadah, Ustaz Yurisman, SE. Setelah salat, jamaah mengikuti khutbah yang mengajak masyarakat melakukan introspeksi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam khutbah tersebut disampaikan bahwa kondisi kemarau dan perubahan cuaca hendaknya menjadi bahan renungan bersama. Manusia diajak untuk menjaga keseimbangan alam, termasuk dengan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan seperti penebangan hutan secara berlebihan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi kekeringan tidak cukup hanya dengan berdoa, tetapi juga harus disertai ikhtiar menjaga lingkungan. Kelestarian hutan, ruang terbuka hijau, kondisi tanah dan tata kelola lingkungan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Salat Istisqa juga menjadi gambaran kuatnya kebersamaan warga Rejosari. Pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, mahasiswa hingga masyarakat umum berkumpul dalam satu tempat dan tujuan, yakni memohon pertolongan serta perlindungan Allah SWT menghadapi kondisi kemarau.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tenayan Raya, Kapolsek Kulim, jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Ketua dan pengurus Masjid Nurul Ibadah, unsur Forkopimcam Tenayan Raya, para lurah se-Kecamatan Tenayan Raya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, mahasiswa KKN Universitas Hangtuah Riau, jamaah Masjid Nurul Ibadah serta masyarakat sekitar.
Bagi masyarakat, turunnya hujan memiliki arti penting bagi kehidupan sehari-hari. Selain memenuhi kebutuhan air rumah tangga, hujan juga sangat dibutuhkan untuk menjaga tanaman, kelembapan tanah dan kondisi lingkungan.
Karena itu, doa bersama yang dipanjatkan dalam Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kemarau yang dirasakan semakin panjang.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kedekatan aparat dengan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kehidupan sosial, keagamaan dan persoalan lingkungan yang dihadapi warga.
Di penghujung kegiatan, jamaah kembali memanjatkan doa agar hujan segera turun di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya, serta seluruh masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, ketenangan dan perlindungan dari berbagai dampak musim kemarau.
Salat Istisqa di Rejosari pun menjadi lebih dari sekadar ritual memohon hujan. Ia menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi persoalan alam, doa, kepedulian terhadap lingkungan dan kebersamaan masyarakat perlu berjalan beriringan.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya