TNI-Polri dan Masyarakat Payung Sekaki Bersatu dalam Doa, Mohon Hujan Turun
Danramil 03/Senapelan Kodim 0301/Pekanbaru, Kapten Arh Madia Erfan Hadi, S.Sos, turut hadir bersama unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta masyarakat.
Pekanbaru - Di tengah kondisi cuaca yang kering dan meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Kecamatan Payung Sekaki bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat menggelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB di halaman Kantor Kecamatan Payung Sekaki, Jalan Payung Sekaki TT 002/RW 001, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.
Danramil 03/Senapelan Kodim 0301/Pekanbaru, Kapten Arh Madia Erfan Hadi, S.Sos, turut hadir bersama unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta masyarakat.
Kehadiran jajaran TNI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi bersama masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.
Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan serta memberikan keberkahan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan yang terdampak musim kering.
Kegiatan dihadiri Plt. Camat Payung Sekaki Abdullah, S.TTP, Danramil 03/Senapelan Kapten Arh Madia Erfan Hadi, S.Sos, perwakilan Kapolsek melalui Kanit Binmas, Ketua Forum RT/RW Kecamatan Payung Sekaki, para lurah se-Kecamatan Payung Sekaki, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT dan RW, serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Istisqa. Setelah salat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh ustaz. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diajak untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta melakukan introspeksi dan menjaga lingkungan.
Usai ceramah, Danramil 03/Senapelan juga memberikan pengarahan terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pesan tersebut dinilai penting mengingat kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Danramil mengingatkan seluruh pihak agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.
Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, perangkat kelurahan, RT/RW dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah karhutla. Upaya pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan menunggu api membesar dan meluas.
Kegiatan Salat Istisqa selesai sekitar pukul 09.40 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib, aman dan lancar.
Salat Istisqa di Payung Sekaki menjadi simbol bahwa menghadapi musim kering tidak hanya membutuhkan kesiapsiagaan petugas di lapangan, tetapi juga kesadaran, kepedulian dan kebersamaan seluruh masyarakat untuk menjaga alam serta mencegah bencana karhutla.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 03 Senapelan