Danramil 03/Senapelan Pimpin Pemadaman Karhutla di Bandarraya
Pemadaman dipimpin langsung oleh Danramil 03/Senapelan Kapten Arh Madia Erfan Hadi, S.Sos. Personel Koramil 03/Senapelan bersama unsur Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan BPBD dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman
Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kota Pekanbaru. Kali ini, kobaran api melanda lahan di Jalan Fajar Raya RT 006/RW 003, Kelurahan Bandarraya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kebakaran yang menghanguskan lahan diperkirakan mencapai ±3 hektare tersebut langsung mendapat penanganan dari personel gabungan. Kondisi api yang masih terus berkobar membuat proses pemadaman dilakukan secara intensif untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
Pemadaman dipimpin langsung oleh Danramil 03/Senapelan Kapten Arh Madia Erfan Hadi, S.Sos. Personel Koramil 03/Senapelan bersama unsur Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan BPBD dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Sedikitnya 15 personel gabungan terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari 7 personel TNI, 2 personel Polri, 2 personel MPA, serta 4 personel BPBD.
Dalam proses pemadaman, tim juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya 1 unit Mobil Damkar Kodim 0301/Pekanbaru, 1 unit Mini Strac, 3 roll selang ukuran 1,5 inci, serta 2 unit nozzle kombinasi 1,5 inci.
Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 0.511306° LU dan 101.383509° BT. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar tiga hektare. Hingga laporan dibuat, pemilik lahan belum diketahui.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. Polsek Payung Sekaki masih mendalami penyebab munculnya api untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam, kelalaian, maupun adanya unsur kesengajaan.
Tim gabungan terus melakukan penyekatan dan pemadaman di sejumlah bagian lahan yang terbakar. Kondisi di lapangan yang masih memungkinkan api menjalar membuat petugas harus bekerja ekstra keras agar kebakaran tidak semakin meluas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar maupun tindakan membuang benda yang dapat memicu api harus dihindari.
Danramil bersama personel gabungan juga terus berupaya memastikan titik api dapat dikendalikan. Selain melakukan pemadaman, petugas di lapangan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi sekitar untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Hingga saat ini proses pemadaman masih berlangsung dan api belum sepenuhnya dinyatakan berhasil dikendalikan. Sementara penyebab pasti kebakaran dan siapa pemilik lahan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Karhutla bukan hanya mengancam lahan dan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap aktivitas serta kesehatan masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini menjadi sangat penting.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 03 Senapelan