Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Balai Jaya Rohil
Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) turun langsung ke Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau
ROKAN HILIR – Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) turun langsung ke Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Jumat (11/9/2026).
Penyuluhan berlangsung di Aula PTPN IV Regional 3 Tanah Putih mulai pukul 10.25 WIB. Sebanyak 38 peserta dari unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, perusahaan, hingga masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.
Tim penyuluh Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, SE., MA. Kegiatan juga dihadiri Camat Balai Jaya Ifradi Rus Diansyah, Danramil 03/Bagan Sinembah Kapten Inf Khairul Anwar, Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Joni Mandala, Manager PTPN IV Regional 3 Tanah Putih Dedi Susistiono, para penghulu, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur masyarakat.
Camat Balai Jaya menekankan bahwa pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Masyarakat harus ikut mendeteksi dan melaporkan titik api sejak dini.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Balai Jaya untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan," ujarnya.
Dalam penyuluhan, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), menjelaskan keterlibatan TNI dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu masyarakat menghadapi bencana.
"Karhutla dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kondisi lahan yang kering serta masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan menjaga lingkungan," jelasnya.
Ia menyebut pencegahan juga membutuhkan pemetaan kawasan rawan, patroli bersama TNI-Polri, hingga dukungan teknologi seperti modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang hujan.
Kewaspadaan menjadi semakin penting ketika cuaca panas dan kering. Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan titik api kepada pemerintah desa, TNI, Polri, pemadam kebakaran, atau pihak terkait agar penanganan tidak terlambat.
Kegiatan berakhir pukul 12.03 WIB dalam kondisi aman dan tertib. Sinergi TNI, Polri, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi Karhutla dapat ditekan sejak awal.
Editor :Yefrizal