Mabes TNI Perkuat Cegah Karhutla, 51 Peserta Ikuti Penyuluhan di Rohil
Tim Mabes TNI memperkuat langkah pencegahan Karhutla di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Kamis (10/9/2026).
ROKAN HILIR – Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Kamis (10/9/2026). Sebanyak 51 peserta dari unsur pemerintah, TNI, Polri, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga mengikuti penyuluhan di Aula Kantor Camat Simpang Kanan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.25 WIB itu dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A. Tim Mabes TNI memberikan pemahaman sekaligus mendorong kesiapan lintas sektor menghadapi potensi Karhutla, terutama saat cuaca panas dan kering.
Camat Simpang Kanan Musliadi, S.E., menilai pencegahan membutuhkan gerakan bersama. Pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam, pemerintah kepenghuluan, TNI, Polri, perusahaan dan masyarakat diminta tidak bekerja sendiri-sendiri.
“Kecamatan Simpang Kanan bersama Forkopimcam, pemerintah kepenghuluan, TNI, Polri, perusahaan dan masyarakat akan terus meningkatkan koordinasi serta patroli guna mencegah terjadinya Karhutla,” ujarnya.
Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), menjelaskan keterlibatan Mabes TNI merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu penanganan bencana dan persoalan kemanusiaan.
“TNI memiliki tugas membantu dalam penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.
Menurut Asrof, karakteristik lahan gambut di sejumlah wilayah Riau menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika memasuki kondisi panas dan kering. Aktivitas manusia, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar, juga dapat memperbesar risiko kebakaran.
Karena itu, Tim Mabes TNI menekankan pentingnya patroli TNI-Polri bersama pemerintah, BPBD, MPA, perusahaan dan masyarakat. Pemantauan harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu api meluas.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan titik api, kepulan asap atau indikasi kebakaran kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun pemerintah setempat. Perusahaan dan warga di wilayah rawan diminta memastikan pompa, selang, sumber air dan peralatan pemadam selalu siap digunakan.
Penyuluhan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.08 WIB dalam kondisi aman dan kondusif.
Pesan utama Mabes TNI tegas: Karhutla harus dicegah sebelum api membesar, bukan baru ditangani setelah meluas.
Editor :Yefrizal