Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Bersama Warga Pantau Lahan Pascakarhutla, Pastikan Tak Ada Bara Ters
Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Sabtu (29/8/2026).
Pekanbaru – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru. Tak hanya saat api berkobar, pemantauan juga dilakukan setelah kebakaran terjadi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul dan berpotensi meluas.
Langkah tersebut dilakukan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Sabtu (29/8/2026).
Patroli dan pemantauan menyasar sejumlah lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran, di antaranya lahan milik Pemerintah Kota Pekanbaru serta lahan milik warga yang dikenal sebagai lahan Pak Azar.
Penyisiran dilakukan pada area yang sebelumnya terbakar dengan luasan masing-masing sekitar 5 hektare dan 2 hektare.
Patroli dimulai dari Jalan Tenayan Jaya Ujung, Kelurahan Industri Tenayan, kemudian dilanjutkan menuju kawasan Jalan 45/Gajah Mada. Selain memastikan kondisi lahan pascakebakaran, kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Sertu S. Hermanto bersama warga menyisir sejumlah bagian lahan dan memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran aktif. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi relatif aman, dengan hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil.
“Pemantauan ini penting dilakukan meskipun api sudah tidak terlihat. Lahan yang pernah terbakar tetap harus diawasi karena kita tidak ingin ada bara yang tersisa kemudian kembali menimbulkan kebakaran,” ujar Sertu S. Hermanto di sela kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas.
Warga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran secara terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah, karena api dapat dengan mudah merambat dan sulit dikendalikan.
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Masyarakat yang berada paling dekat dengan lingkungan memiliki peran penting dalam mendeteksi lebih awal apabila ditemukan asap, bara atau tanda-tanda munculnya titik api.
“Kalau ada melihat asap atau titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar. Dengan laporan cepat, kita bisa segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah yang diperlukan,” pesannya.
Patroli tersebut melibatkan satu personel TNI, satu anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan lima orang masyarakat. Dengan dukungan satu unit sepeda motor, personel bergerak menyusuri lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pemantauan.
Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain membantu pengawasan lingkungan, kehadiran masyarakat juga memperkuat komunikasi antara aparat kewilayahan dan warga dalam membangun kesadaran bersama mengenai bahaya karhutla.
Pencegahan, lanjutnya, tidak harus menunggu api membesar. Patroli rutin, pemantauan lahan pascakebakaran, sosialisasi dan deteksi dini menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga lingkungan sekaligus melindungi permukiman dan aktivitas masyarakat dari ancaman karhutla.
Melalui kegiatan tersebut, Koramil 07/Tenayan Raya terus mendorong terbangunnya kepedulian bersama agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 07 Tenayan Raya