Perkuat Pencegahan Karhutla, Tim Penyuluh Mabes TNI Edukasi Masyarakat Teluk Belitung
MERANTI — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat yang berada langsung di wilayah rawan. Semangat tersebut kembali diperkuat melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI bersama Koramil 06/Merbau di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.45 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah kelurahan dan wilayah masyarakat di Kecamatan Merbau.
Tim Penyuluh Mabes TNI yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Kolonel Adm Dariatmoko dan Letkol Ckm Widodo Nugroho . Keduanya didampingi oleh dua personel Tim Pendamping Koramil 06/Merbau.
Selain unsur TNI, kegiatan juga dihadiri Lurah Teluk Belitung beserta staf serta sekitar 30 orang masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama.
.jpg)
Edukasi Langsung ke Masyarakat
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan kedatangan Tim Penyuluh Mabes TNI di wilayah Kelurahan Teluk Belitung. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla kepada masyarakat.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada wilayah yang memiliki kerawanan terhadap Karhutla.
Masyarakat juga didorong untuk ikut mengambil peran dalam upaya pencegahan, mulai dari menjaga kondisi lingkungan sekitar, meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, hingga segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan adanya tanda-tanda kebakaran.
Pendekatan melalui sosialisasi secara langsung dinilai penting karena masyarakat merupakan salah satu unsur terdepan yang dapat mengenali kondisi lingkungan di wilayahnya. Dengan pengetahuan dan kepedulian yang semakin baik, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Bangun Kesadaran, Perkuat Sinergi
Kegiatan penyuluhan di Kelurahan Teluk Belitung juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan informasi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Koramil 06/Merbau melalui pendampingan di lapangan terus mendorong masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus berperan aktif dalam upaya pencegahan Karhutla.

Kolaborasi antara Mabes TNI, Koramil 06/Merbau, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan pola pencegahan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Edukasi yang dilakukan secara langsung juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Teluk Belitung, menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla bukan sekadar persoalan menjaga lahan, tetapi juga bagian dari menjaga ruang hidup bersama. Lingkungan yang terbebas dari kebakaran akan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi keamanan, kenyamanan maupun kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI bersama Koramil 06/Merbau menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, kesiapsiagaan, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Semangat yang dibangun sederhana namun penting: Karhutla dapat dicegah jika seluruh elemen bergerak bersama, peduli terhadap lingkungan, dan tidak menunggu api muncul untuk bertindak.
Editor :Tim Sigapnews