Usai Tuntaskan Penyuluhan Karhutla, Tim Mabes TNI Sisihkan Waktu Peduli Gajah di Muara Basung
BENGKALIS — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan tidak berhenti pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sikap humanis juga ditunjukkan Tim Penyuluh Mabes TNI saat melaksanakan perjalanan kembali setelah beberapa hari menjalankan tugas penyuluhan pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Provinsi Riau.
Dalam perjalanan menuju Mabes TNI, tiga personel Tim Penyuluh Mabes TNI, yakni Kolonel Pnb Taufiq E., Kolonel Laut (P) Arif Budi, dan Mayor Inf Mursyid, menyempatkan diri mengunjungi Pusat Pelatihan Gajah di Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian Tim Mabes TNI terhadap keberadaan satwa dilindungi sekaligus menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang mencegah Karhutla, tetapi juga menjaga ekosistem dan keberlangsungan satwa yang hidup di dalamnya.
Setibanya di lokasi, Tim Mabes TNI berinteraksi langsung dengan gajah-gajah yang berada di pusat pelatihan. Sebagai bentuk kepedulian, personel juga memberikan makanan kepada satwa tersebut.
Momen sederhana itu memperlihatkan sisi humanis prajurit TNI yang tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kehidupan satwa yang menjadi bagian penting dari ekosistem hutan.
Kolonel Pnb Taufiq E. mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, hutan bukan hanya hamparan lahan yang harus dijaga dari ancaman kebakaran, tetapi juga merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa.
“Kami beberapa hari berada di Riau untuk melaksanakan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Dalam perjalanan kembali, kami menyempatkan diri melihat langsung gajah-gajah di sini. Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa menjaga hutan berarti juga menjaga satwa yang hidup di dalamnya,” ujar Kolonel Taufiq.
Ia menambahkan, keberadaan satwa dilindungi seperti gajah harus mendapat perhatian bersama. Kelestarian satwa tidak dapat dipisahkan dari kelestarian lingkungan dan keberadaan habitatnya.
“Gajah merupakan bagian dari kekayaan alam yang harus kita jaga. Kepedulian seperti memberikan makanan mungkin terlihat sederhana, tetapi yang paling penting adalah membangun kesadaran bahwa satwa juga membutuhkan perhatian dan perlindungan dari manusia,” katanya.
Menurut Kolonel Taufiq, semangat menjaga lingkungan harus tumbuh bersama antara pemerintah, aparat, masyarakat dan seluruh pihak yang berada di sekitar kawasan habitat satwa.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Tim Penyuluh Mabes TNI di wilayah Riau. Setelah beberapa hari turun ke sejumlah wilayah untuk memberikan penyuluhan terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla, Tim Mabes TNI melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.
Kepedulian terhadap gajah di Muara Basung menjadi pesan bahwa tugas menjaga negeri memiliki cakupan yang luas—mencegah hutan terbakar, menjaga lingkungan tetap lestari, sekaligus memastikan satwa yang menjadi bagian dari ekosistem tetap terlindungi.
Editor :Tim Sigapnews