Babinsa dan Warga Bergerak Cepat, Kebakaran Lahan di Tangkerang Utara Berhasil Dipadamkan
Mendapat informasi tersebut, Babinsa Tangkerang Utara Koramil 05/Sail Kodim 0301/Pekanbaru, Pelda (K) Elisha Norma Yunita, langsung bergerak menuju lokasi.
Pekanbaru – Kepulan asap dan kobaran api yang muncul di lahan kering Jalan Tanjung Jaya RT 01 RW 14, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (28/8/2026), sontak menjadi perhatian warga sekitar.
Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 11.58 WIB tersebut terjadi di lahan milik warga bernama Evan. Kondisi lahan yang kering membuat api cukup cepat membakar permukaan lahan dan berpotensi merambat ke area di sekitarnya.
Mendapat informasi tersebut, Babinsa Tangkerang Utara Koramil 05/Sail Kodim 0301/Pekanbaru, Pelda (K) Elisha Norma Yunita, langsung bergerak menuju lokasi. Bukan hanya melakukan pemantauan, Babinsa turut membantu proses penanganan bersama Bhabinkamtibmas, BPBD dan masyarakat.
Setibanya di lokasi, seluruh unsur langsung bahu-membahu mengendalikan kobaran api. Warga yang berada di sekitar lokasi pun ikut turun membantu, menunjukkan kepedulian bersama untuk mencegah api meluas.
“Yang terpenting adalah bagaimana api bisa segera dikendalikan agar tidak merambat ke lahan atau lingkungan warga lainnya. Karena kondisi lahan kering, penanganan memang harus dilakukan dengan cepat,” ujar Pelda (K) Elisha Norma Yunita di sela kegiatan.
Lahan yang terbakar diperkirakan berukuran sekitar 25 x 45 meter. Dalam penanganan tersebut, sebanyak 18 personel terlibat, terdiri dari satu personel TNI, satu personel Polri, enam personel BPBD dan 10 warga masyarakat.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim mengerahkan satu unit mobil BPBD serta dua roll selang berukuran 1,5 inci. Air disemprotkan ke titik-titik yang masih terbakar maupun mengeluarkan asap.
Dari informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalan. Puntung tersebut diduga mengenai material kering di lahan hingga kemudian memicu munculnya api.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat sederhana namun penting bagi masyarakat. Di tengah kondisi lahan yang kering, sesuatu yang terlihat kecil seperti puntung rokok dapat menjadi awal dari kebakaran yang lebih besar.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati ketika berada di sekitar lahan kosong, semak belukar maupun kawasan yang vegetasinya mengering. Tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran terbuka menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah terjadinya karhutla.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, upaya bersama akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.30 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Tim kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa dan berpotensi kembali memunculkan api.
Babinsa bersama unsur terkait juga tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi pascapemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dalam situasi seperti ini bukan sekadar menjalankan tugas pemantauan wilayah. Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan kesiapsiagaan bersama.
Sinergi antara TNI, Polri, BPBD dan masyarakat terbukti menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kebakaran lahan. Kecepatan menerima informasi, kesigapan bergerak dan kemauan untuk saling membantu menjadi kunci agar api dapat dikendalikan sebelum berkembang lebih luas.
Peristiwa di Jalan Tanjung Jaya ini sekaligus mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas petugas di lapangan. Masyarakat juga memiliki peran besar melalui kepedulian dan kewaspadaan sejak dini.
Dengan kepedulian bersama, setiap potensi kebakaran dapat lebih cepat diketahui dan ditangani. Sebab, mencegah api membesar selalu lebih baik daripada harus menghadapi dampaknya ketika sudah meluas.
Editor :Pendam XIX
Source : Koramil 05 Sail